HeadlineINFOKonstruksi BerkelanjutanNewsSustainability

Semen Merah Putih Buktikan Inovasi MPTree 16 Kali Lebih Efektif Serap Emisi Dibanding Pohon

Bersama Algaepark Indonesia Mandiri sebagai terobosan hijau dalam industri konstruksi

Konstruksi Media — PT Cemindo Gemilang Tbk melalui jenama Semen Merah Putih resmi mengumumkan progres terbaru inovasi bioteknologi rendah karbon MPTree, sebuah fotobioreaktor mikroalga yang dirancang sebagai alat penyerap CO₂ dan polutan udara. Teknologi ini dikembangkan bersama Algaepark Indonesia Mandiri sebagai terobosan hijau dalam industri konstruksi.

Dalam gelar wicara bertema “Dari Laboratorium ke Dunia Nyata: Menumbuhkan Solusi Dekarbonisasi Industri Semen” di Jakarta, terungkap bahwa MPTree berkapasitas 200 liter mampu menyerap karbon hingga setara 16,08 pohon dewasa. Pencapaian ini menegaskan komitmen Semen Merah Putih sebagai pelopor konstruksi hijau yang menjawab tantangan kualitas udara di Indonesia.

Jawaban untuk Krisis Udara Perkotaan

Indonesia menghadapi polusi udara yang semakin kompleks, terutama akibat tingginya emisi transportasi yang mencapai 70% atau sekitar 123 juta ton CO₂ per tahun. Keterbatasan ruang hijau di kota besar memperparah masalah tersebut.

MPTree hadir sebagai solusi efisien ruang dengan kemampuan penyerapan karbon yang jauh lebih unggul. Mikroalga dalam sistem ini memiliki efisiensi penyerapan CO₂ 15 hingga 50 kali lebih tinggi dari fotosintesis pohon pada umumnya. Teknologi fotobioreaktor memastikan mikroalga berkembang secara optimal melalui sistem tertutup yang cerdas.

Semen Merah Putih
Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih (PT. Cemindo Gemilang Tbk) menjelaskan mengenai penerapan MPTree di perusahaannya

Integrasi IoT, Capaian Sains, dan Aksi Nyata

MPTree dilengkapi sistem monitoring berbasis IoT dan empat sensor real-time yang memantau penyerapan CO₂, produksi O₂, pH, suhu air, serta kepadatan sel mikroalga. Sistem ini beroperasi menggunakan energi kombinasi panel surya dan PLN sehingga dapat berjalan 24 jam penuh.

Setelah uji coba sukses di Yogyakarta dan Sukoharjo, unit MPTree berikutnya akan dipasang di Plant Jatiasih, Bekasi, pada Desember 2025. Langkah ini menjadi bukti bahwa industri semen tidak hanya menghasilkan material konstruksi, tetapi juga solusi bagi isu iklim nasional.

Baca juga: Semen Merah Putih Dorong Inovasi dan Pemberdayaan SDM untuk Masa Depan Konstruksi Berkelanjutan

“Target Net Zero Emission kami bukan hanya wacana. MPTree membuktikan bahwa tanggung jawab lingkungan menjadi prioritas kami, diperkuat sains dan investasi teknologi berani,” ujar Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih.

Ekonomi Sirkular dari Emisi Menjadi Energi

MPTree menyimpan karbon hingga 91,7% dan menghasilkan biomassa mikroalga yang berpotensi diolah menjadi biofertilizer maupun biofuel. Dengan demikian, sistem ini tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi.

Semen Merah Putih
Muhammad Zusron, Co-Founder & CEO Algaepark Indonesia menjelaskan mengenai penerapan MPTree untuk konstruksi berkelanjutan

“Kami menciptakan ekosistem sirkular, di mana polutan kini menjadi biomassa bernilai ekonomi. Ini peluang nyata ekonomi hijau yang berkelanjutan,” jelas Is Heriyanto, Komisaris Utama Algaepark Indonesia Mandiri.

Masa Depan Konstruksi Lebih Hijau

Kolaborasi kedua lembaga ini menjadi bukti bahwa sektor swasta Indonesia mampu menghadirkan solusi ilmiah yang transformatif untuk dekarbonisasi dan mitigasi polusi.

“MPTree setara dengan 16 pohon membuktikan komitmen kami mengubah emisi menjadi solusi. Ini langkah jangka panjang menuju kota lebih sehat dan masa depan konstruksi lebih hijau,” tutup Nyiayu. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan