EventInfrastrukturKonstruksi BerkelanjutanNewsRenewableSustainability

Konsisten 6 Kali, Jababeka Infrastruktur Kembali Sabet PROPER Hijau 2026

PT Jababeka Infrastruktur berhasil meraih penghargaan PROPER peringkat Hijau.

Konstruksi Media –  Mengelola kawasan industri besar bukan berarti harus mengorbankan lingkungan. Prinsip ini kembali dibuktikan oleh PT Jababeka Infrastruktur yang berhasil meraih penghargaan PROPER peringkat Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia, Selasa (7/4/2026).

Pencapaian ini menjadi catatan spesial karena merupakan penghargaan keenam kalinya bagi pengelola Kawasan Industri Jababeka-Cikarang tersebut. Penghargaan diserahkan langsung kepada Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, di Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur.

Baca Juga:

WIKA Ungkap Fungsi Krusial Turab di Balik ‘Layar’

Lampaui Standar Pemerintah

Peringkat Hijau bukan sekadar tanda ketaatan biasa. Predikat ini hanya diberikan kepada perusahaan yang mampu menjalankan pengelolaan lingkungan melampaui standar minimal yang ditetapkan pemerintah (beyond compliance).

Didik Purbadi menyebutkan bahwa ketatnya standar pemerintah justru menjadi bahan bakar bagi timnya untuk bekerja lebih keras selama setahun penuh.

“Enam penghargaan ini mencerminkan sinergi seluruh ekosistem di Jababeka. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar kewajiban, melainkan warisan yang ingin kami tinggalkan bagi generasi mendatang,” ujar Didik, dalam siaran pers yang diterima Konstruksi Media.

Baca Juga:

Dosen Universitas Brawijaya Beri Pesan Penting ini untuk Calon Insinyur

Jababeka
Predikat ini hanya diberikan kepada perusahaan yang mampu menjalankan pengelolaan lingkungan.Dok,ist

Stabilitas di ‘Balik Layar’ Operasional

Keberhasilan Jababeka meraih predikat ini didorong oleh sejumlah inisiatif konkret yang memastikan operasional kawasan tetap sinkron dengan kelestarian alam:

  • Efisiensi Air: Pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (WWTP) yang sukses menghemat ribuan meter kubik air bersih sepanjang 2024.
  • Inovasi Daur Ulang: Pengembangan Mini Scale Recycle Effluent untuk mengubah air olahan menjadi air yang bisa digunakan kembali (non-potable).
  • Ekonomi Sirkular: Pengelolaan sampah dan pengendalian emisi melalui efisiensi energi yang terukur.

Dampak Sosial ke 14 Desa

Tak hanya soal teknis lingkungan, Jababeka juga memperkuat sisi sosial melalui pemberdayaan masyarakat di 14 desa dan 4 kecamatan sekitar kawasan. Programnya mulai dari ketahanan pangan, akses air bersih, hingga pemberdayaan perempuan yang mendukung ribuan pekerja dan puluhan ribu warga.

Ke depan, melalui kolaborasi pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, swasta, dan media), Jababeka berkomitmen untuk terus mendorong seluruh perusahaan di kawasannya agar tidak hanya patuh pada aturan, tapi juga menjadi pelopor inovasi teknologi ramah lingkungan.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan