AsosiasiEQUIPMENTNewsTeknologi

HATTI Beberkan Tantangan Adopsi Teknologi Press-in di Indonesia

Masih ada sejumlah tantangan dalam penerapan teknologi press-in.

Konstrusi Media – Ketua Umum Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), Widjojo Adi Prakoso, menilai teknologi press-in memiliki potensi besar untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan.

Widjojo mengatakan di kota besar teknologi yang meredam suara saat pemasangannya ini sangat relevan karena dapat digunakan di ruang yang sangat sempit.

“Dia (press-in)relatif tenang, tidak vibrasi (atau vibrasinya kecil), dan noise-nya juga kecil. Jadi sebenarnya sangat relevan,” ujarnya kepada Konstruksi Media, setelah penutupan IPA Seminar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/4).

Baca Juga:

WIKA Rampungkan Topping Off RSJPD Harapan Kita, Siap Kebut Penyelesaian Interior

Biaya Masih Jadi Tantangan Utama

Meski demikian, Widjojo mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan teknologi tersebut, terutama dari sisi biaya.

“Tantangannya sekali lagi adalah masalah biaya (cost) yang masih relatif tinggi. Jadi barangkali kondisi-kondisi proyek yang sulit yang akan mengadopsi duluan,” katanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan penggunaan teknologi press-in di Indonesia masih terbatas dan baru pada tahap uji coba di beberapa proyek. Namun, salah satu perusahan Jepang, Giken, beberapa waktu lalu pernah menerapkan teknologi ini.

“Giken mendatangkan alat ke sini untuk menginstal sheet pile untuk keperluan salah satu proyek Jakarta Sewerage. Di satu lokasi yang sulit, mereka mencoba teknologi ini,” ujarnya.

SDM Perlu Beradaptasi

Selain biaya, faktor sumber daya manusia juga menjadi bagian dari proses adaptasi, meski dinilai bukan kendala utama.

“SDM itu proses pembelajaran saja, butuh waktu. Waktu saya lihat di trial-nya itu memang ada operator dari Jepangnya atau dari luar negerinya, tapi yang lain orang Indonesia juga sudah belajar,” katanya.

Baca Juga:

IPA Seminar Sukses Digelar, HATTI Soroti Pentingnya Adopsi Teknologi

Ke depan, sambung Widjojo, HATTI akan mendorong adopsi teknologi ini dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan proyek.

“Ketika komunitas melihat teknologi ini cocok untuk proyek tertentu, ya tentu akan diusulkan. Ini semacam solusi high-end,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan