
Ledvance Soroti Implementasi SKEM-LTHE, Ungkap Peluang dan Tantangan Industri
Kebijakan ini juga dinilai membuka peluang pasar baru di sektor industri.
Konstruksi Media – PT Ledvance Trading Indonesia menyoroti implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi (LTHE) yang masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Di saat yang sama, kebijakan ini juga dinilai membuka peluang pasar baru di sektor industri.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Implementasi SKEM dan LTHE 2025. Kegiatan ini digelar Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM di Pullman Jakarta Indonesia, Thamrin CBD.
Perwakilan PT Ledvance Trading Indonesia, Lay Sukiamto, hadir dalam forum tersebut. Ia terlibat aktif dalam diskusi bersama pemerintah, lembaga sertifikasi, produsen, dan importir.
Baca Juga:
Cara Beli Rusun Subsidi 2026: Syarat, Batas Penghasilan MBR, dan Proses Pengajuan KPR
Evaluasi Kepatuhan dan Peluang Pasar Industri
Forum membahas efektivitas penerapan serta pengawasan kebijakan SKEM dan LTHE. Isu utama mencakup kepatuhan pelaku usaha hingga kendala operasional sepanjang 2025.
Di tengah tantangan tersebut, Ledvance melihat potensi pasar yang terus tumbuh.
“Permintaan dari sektor industri menunjukkan potensi besar, terutama untuk proyek berbasis volume di segmen industri dan infrastruktur,” ujar keterangan resmi Ledvance yang diterima Konstruksi Media, Rabu (29/4).
Diskusi juga membuka ruang pertukaran pandangan antara industri dan regulator. Langkah ini diarahkan untuk mengurai hambatan sekaligus mendorong adopsi kebijakan di pasar.
Baca Juga:
PII Desak Evaluasi Total dan Penerapan Teknologi ATP Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Dorong Ekspansi dan Kerja Sama Jangka Panjang
Ledvance menilai momentum implementasi SKEM dan LTHE dapat dimanfaatkan untuk memperluas penetrasi bisnis.
“Kami melihat peluang untuk memperkuat penetrasi di pasar industri Jakarta melalui kerja sama langsung dengan pabrik,” lanjutnya.
Perusahaan juga membidik kolaborasi jangka panjang dengan pelaku manufaktur. “Target kami adalah membangun kerja sama pasokan jangka panjang dengan pelaku manufaktur utama,” tambahnya.
Keterlibatan Ledvance mencerminkan dorongan industri untuk ambil peran dalam kebijakan efisiensi energi. Upaya ini sejalan dengan target konservasi energi dan keberlanjutan nasional.




