AsosiasiGedungNews

IBSA Gelar Sharing Session Kedua, Bahas Tuntas Penguatan Budaya Behaviour Based Safety

IBSA kembali menggelar sharing session yang membahas Behaviour Based Safety (BBS).

Konstruksi Media – Indonesia Building Safety Association (IBSA) kembali menggelar sharing session kedua yang membahas Behaviour Based Safety (BBS) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong penguatan budaya keselamatan kerja di Indonesia, Sabtu (31/1). Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin bulanan IBSA.

Anggota IBSA sekaligus praktisi Health, Safety, and Environment (HSE), Nugraha Putera Niasa, mengatakan bahwa diskusi mengenai BBS menjadi penting karena kondisi tidak aman (unsafe condition) di lingkungan kerja bersifat dinamis dan terus berubah.

“Unsafe condition itu sangat dinamis dan selalu berubah. Risiko akan selalu ada. Walaupun sudah dicoba seaman mungkin, itu tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan,” ujar Nugraha kepada Konstruksi Media, di sela sesi tersebut yang digelar di Samara Suites, Jakarta.

Menurutnya, penerapan budaya keselamatan melalui pendekatan BBS membantu pekerja untuk lebih peka terhadap lingkungan kerja dan perilaku orang-orang di sekitarnya. Dengan begitu, potensi risiko dapat dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi kecelakaan.

“Perlunya menerapkan budaya safety adalah agar kita bisa memprediksi apakah orang di sekitar kita sudah aman atau belum,” katanya.

Baca Juga:

IBSA Resmi Dideklarasikan, Fokus Dorong Keselamatan Gedung di Indonesia

Penerapan BBS Dimulai dari Individu

Nugraha menegaskan bahwa penerapan BBS dimulai dari individu. Ketika prinsip keselamatan diterapkan secara konsisten pada diri sendiri, dampaknya akan terasa lebih luas, terutama bagi pekerja di sektor dengan tingkat risiko tinggi.

“Kalau menerapkan BBS ke diri sendiri, pasti akan ada pengaruhnya. Apalagi bagi mereka yang bekerja dengan risiko tinggi,” ujarnya.

Praktisi HSE Nugraha Putera Niasa
Praktisi HSE Nugraha Putera Niasa. Dok.Konstruksi Media

Ia juga menyebut bahwa efektivitas penerapan BBS dapat dilihat dari tingkat produktivitas kerja. Perilaku kerja yang tidak aman, kata dia, kerap berujung pada kecelakaan yang berdampak pada absensi dan menurunnya produktivitas.

“Kalau orang kerjanya sembarangan, pasti ada saja dampaknya. Bisa tidak masuk kerja karena kecelakaan,” jelas Nugraha.

Baca Juga:

Praktisi HSE Ungkap Pelajaran Penting dari Peristiwa Terra Drone

Agenda IBSA Selanjutnya

Ke depan, IBSA berencana melanjutkan rangkaian sharing session bulanan dengan topik yang lebih spesifik.

Dalam waktu dekat, organisasi ini akan mengangkat pembahasan terkait keselamatan kelistrikan, khususnya mengenai penerapan Lockout Tagout (LOTO) sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan kerja.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan