News

Praktisi HSE Ungkap Pelajaran Penting dari Peristiwa Terra Drone

Kasus kebakaran kantor Terra Drone di Jakarta disoroti Pradana Anugrah sebagai studi kasus kegagalan desain bangunan.

Konstruksi Media – Kebakaran yang menimpa kantor Terra Drone di Jakarta disoroti oleh Praktisi Health, Safety, and Environment (HSE), Pradana Anugrah Sejati.

Menurutnya,  kejadian tersebut harus menjadi studi kasus penting mengenai risiko penyimpanan bahan berbahaya dan kekurangan desain bangunan.

Saat ditemui Konstruksi Media dalam sharing session IBSA, Sabtu (14/12), di Blok M Square, Jakarta Selatan, Pradana menegaskan pentingnya ketaatan terhadap standar keselamatan, terutama untuk barang berbahan kimia seperti baterai drone.

Baca Juga:

Memahami SOP ERP di Masjid Bersama Praktisi HSE

​Menurut Pradana, ruko kantor Terra Drone dirancang untuk empat lantai dan tidak dilengkapi tangga darurat seperti gedung bertingkat. Sementara Kantor tersebut sejatinya memiliki bangunan tujuh lantai, lebih tinggi dari ruko di sekitarnya.

Pradana menegaskan bahwa, lokasi penyimpanan baterai drone yang tidak memadai menjadi penyebab kebakaran.

​“Itu kan ada drone, pakai baterai. Baterai itu tidak boleh di tempat lembap dan suhunya harus dijaga. Itu kan bahan kimia berbahaya, jadi harus ada Safety Data Sheet (SDS) agar tahu cara penanganan apinya,” tegas Pradana.

Jalur Evakuasi yang Putus

Jalur evakuasi
Pentingnya jalur evakuasi pada gedung. Dok. Unsplash/Pixel Shot

​Menurutnya, lokasi kebakaran di lantai satu yang juga merupakan tempat penyimpanan baterai menjadi masalah fatal karena bisa memutus jalur evakuasi. Bahan berbahaya seperti baterai seharusnya disimpan di gudang tersendiri yang terpisah dan terkendali suhunya.

Baca Juga:

IBSA Gelar Sharing Session Perdana, Bahas Tuntas ERP

​“Kalau kebakaran di lantai satu, orang mau ke mana? Jadi harus dipisah, mestinya ada gudang sendiri,” kritiknya.

​Pradana juga menjelaskan pentingnya fasilitas keselamatan. Jika terjebak saat kebakaran, tindakan minimal yang dapat dilakukan adalah memakai Alat Pelindung Diri (APD) khusus berupa masker sambil menunggu proses evakuasi.

Selain itu, sudah menjadi hal yang wajib sebuah gedung memiliki akses tangga darurat.

Menurutnya, akses tangga darurat yang aman harus memiliki kompartemen, yang berfungsi mengisap asap ke atas dan didukung proteksi pasif sehingga api tidak dapat masuk.

​“Proteksi pasif itu memastikan api tidak akan bisa masuk ke sana, menjaga agar tangga darurat tetap aman untuk proses evakuasi,” tutupnya.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan