Eksis Hampir 2 Tahun, SCG Mentari Kelola 7 Ton Sampah di Sukabumi
SCG Mentari mendorong masyarakat untuk memilah sampah, yang kemudian dapat ditukarkan dengan produk rumah tangga.
Konstruksi Media – Program SCG Mentari (Menjaga Lingkungan Tetap Lestari) telah berjalan selama dua tahun di beberapa desa di Sukabumi. Selama periode tersebut, program anak perusahaan SCG, yakni PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi ini berhasil mengelola lebih dari 7 ton sampah dan melibatkan lebih dari 1.000 warga.
SCG Mentari mendorong masyarakat untuk memilah sampah, yang kemudian dapat ditukarkan dengan produk rumah tangga. Program ini juga membentuk komunitas pecinta lingkungan bernama SCG Warrior Mentari.
Saat ini, komunitas tersebut beranggotakan 47 orang dari berbagai profesi, mulai guru, mahasiswa, pedagang, hingga jurnalis muda, yang dilatih untuk membantu pengelolaan sampah di desa masing-masing.
Baca Juga:
SCG Soroti Pentingnya Kolaborasi Industri Hadapi Tekanan Transisi Hijau Global
Komitmen SCG Edukasi Masyarakat Pentingnya Pelestarian Lingkungan

Peramas Wajananawat, Presiden Direktur PT Semen Jawa & PT Tambang Semen Sukabumi, mengatakan program SCG Mentari menegaskan komitmen SCG untuk terus berperan aktif dalam mendorong masyarakat sekitar agar semakin sadar akan pentingnya pemilahan sampah dan pelestarian lingkungan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Konstruksi Media, Rabu (28/1).
Baca Juga:
Rekonstruksi Sumatera, Kemen PU Butuh Rp73,98 Triliun
Sementara itu, Nunung Nurhayati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, menyebut program ini selaras dengan upaya pemerintah daerah mendorong masyarakat memilah sampah sejak sumbernya.
“Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Nunung.
Pada Januari 2026, program SCG Mentari menambah Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, sebagai lokasi baru. Program tersebut dibuka dengan acara fun walking di SDN Citigeu yang melibatkan lebih dari 280 warga setempat.
Para peserta kemudian diajak untuk mengumpulkan sampah, yang kemudian dikirim ke PT Semen Jawa untuk dijadikan bahan bakar alternatif.




