Konstruksi Media – Upaya percepatan dekarbonisasi di Indonesia mendapatkan amunisi baru. Perusahaan platform manajemen karbon asal Jepang, Asuene Inc., resmi menjalin kerja sama strategis dengan Living Lab Ventures (LLV), unit pengelola modal ventura milik Sinar Mas Land.
Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini, Asuene menargetkan ekspansi teknologi carbon accounting dan manajemen rantai pasok berbasis cloud ke pasar Indonesia dan Asia Pasifik (APAC). Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ambisi pemerintah Indonesia untuk mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060.
Baca Juga:
ITPLN Lantik Prof. Susy Jadi Warek, Ini Misi Baru Kampus
Memanfaatkan Ekosistem Sinar Mas Land
Dalam kemitraan ini, Asuene akan masuk ke dalam ekosistem dukungan startup LLV melalui International Landing Pad Program. Fasilitas ini memungkinkan Asuene untuk mempercepat pengembangan bisnisnya di tanah air dengan memanfaatkan jaringan infrastruktur dan komunitas luas di bawah naungan Sinar Mas Land.
“Indonesia memiliki target besar untuk netral karbon, namun tantangan transisi energi dari fosil masih nyata. MoU ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat adopsi teknologi rendah karbon di kawasan regional,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Selasa (6/1).

Baca Juga:
Transisi Energi Hijau Berpotensi Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja di Indonesia
Solusi Digital untuk Rantai Pasok
Asuene membawa rekam jejak kuat dengan jumlah instalasi tertinggi di Jepang. Sebelum merapat ke ekosistem Sinar Mas Land, teknologi mereka telah diakui dalam program akselerator PETRONAS. Hal ini membuktikan kesiapan sistem Asuene dalam mendukung transparansi emisi, terutama di sektor industri dan properti.
Kemitraan antara Asuene dan LLV diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas industri guna membantu korporasi di Indonesia menghitung jejak karbon mereka secara akurat, sekaligus memenuhi standar keberlanjutan global.




