Konstruksi Media — PT Krakatau Steel Pipe Industries, anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, mulai melakukan pengiriman perdana pipa saluran gas bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem), Kamis (19/2/2026). Proyek ini menjadi salah satu pembangunan infrastruktur gas terbesar yang digagas pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Direktur Komersial PT Krakatau Steel Pipe Industries, Rony Yanuardi, mengatakan perusahaan dipercaya oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) untuk memasok pipa berdiameter 20 inci dengan spesifikasi API X52.
“Total panjangnya sekitar 540 kilometer dengan estimasi berat mencapai 83.000 ton,” ujar Rony di area pabrik Cilegon, Banten.
Menurutnya, proyek Dumai–Sei Mangkei merupakan kontrak terbesar dari Kementerian ESDM yang pernah diterima perseroan. Sebelumnya, perusahaan juga terlibat dalam pembangunan pipa Cirebon–Semarang sepanjang 50–60 kilometer pada tahap pertama dan 150 kilometer pada tahap kedua.
Skema KSO dan Nilai Proyek
Rony mengakui proyek Dumai–Sei Mangkei memiliki skala besar sehingga membutuhkan kolaborasi dengan pihak swasta. Pengerjaan dilakukan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) 1 dan KSO 2 bersama kontraktor.
“Proyek ini cukup besar. Tanpa dukungan mitra dalam skema KSO, tentu pelaksanaannya akan sulit,” katanya.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha (PU), dan Komersial PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo, mengungkapkan bahwa anak usaha perseroan memperoleh porsi kontrak sebesar 60 persen dari total nilai proyek yang mencapai Rp6,3 triliun. Dengan demikian, nilai pekerjaan yang digarap PT Krakatau Steel Pipe Industries sekitar Rp4 triliun.
Baca juga: Usai Injeksi Danantara, Krakatau Steel Garap Bisnis Hulu Baja untuk Integrasi Rantai Nilai
Seluruh pipa yang digunakan dalam proyek ini merupakan produksi dalam negeri, sejalan dengan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan ESDM.
“Untuk pipa migas, tuntutan TKDN harus tinggi. Produksi dalam negeri menjadi prioritas,” ujar Hernowo.
Target Operasi 2028
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pembangunan pipa sepanjang 540 kilometer tersebut akan menyambungkan jaringan gas bumi dari Aceh hingga ujung selatan Sumatera.
“Jika ini selesai, jaringan pipa gas Sumatera akan tersambung sepenuhnya,” kata Laode.
Di Pulau Jawa, Kementerian ESDM juga menargetkan penyelesaian jaringan pipa Cirebon–Semarang tahap kedua pada tahun ini. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi tulang punggung distribusi gas bumi di Jawa.
“Pulau Jawa kita bereskan satu pipa, sehingga gas dari mana pun bisa kita akomodasi,” ujarnya.
Kementerian ESDM menargetkan proyek Dumai–Sei Mangkei rampung pada 2027 dan mulai beroperasi pada 2028. Pemerintah memilih PT Krakatau Steel Pipe Industries karena dinilai memiliki kemampuan produksi berstandar internasional dan mendukung penguatan industri dalam negeri.
Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas jaringan gas nasional sekaligus meningkatkan ketahanan energi melalui optimalisasi distribusi gas bumi di Sumatera dan Jawa. (***)
