InfrastrukturJalanNews

Tol Semarang–Demak Seksi 1 Jadi Senjata Pamungkas Lawan Rob Semarang

Proyek ini dibagi menjadi tiga paket pekerjaan: Paket 1A (HK–BUCG) dengan progres 73,19%, Paket 1B (PP–WIKA–CRBC) dengan progres 51,67%, serta Paket 1C (Adhi Karya–Sinohydro) dengan progres 34,16%.

Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 Kaligawe–Sayung sepanjang 10,64 km harus dipercepat penyelesaiannya. Tol yang terintegrasi dengan tanggul laut dan sistem polder ini diyakini menjadi solusi permanen terhadap banjir rob yang selama ini melanda kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya, termasuk kawasan industri Terboyo.

“Sekarang kita berada di pekerjaan Seksi 1B, Alhamdulillah, tanggul semua sudah nyambung, tertutup. Makanya tadi saat lewat Jalan Pantura Sayung–Demak sudah tidak ada rob sampai jalan. Meski masih ada air di selokan kanan kiri, kita terus dorong agar penyelesaian tol ini segera rampung,” jelas Menteri Dody saat meninjau proyek, (06/09).

Menteri Dody menambahkan, meski tanggul laut sudah berfungsi, penanganan teknis tetap dibutuhkan. Air yang masih menggenang di saluran harus disedot menggunakan pompa.

“Untuk mengatasi selokan yang penuh karena hujan, kita siapkan mobile pompa di beberapa titik agar tidak melimpas ke jalan raya,” tegasnya.

Hingga 1 September 2025, progres fisik pembangunan Seksi 1 Kaligawe–Sayung telah mencapai 52,27%. Proyek ini dibagi menjadi tiga paket pekerjaan: Paket 1A (HK–BUCG) dengan progres 73,19%, Paket 1B (PP–WIKA–CRBC) dengan progres 51,67%, serta Paket 1C (Adhi Karya–Sinohydro) dengan progres 34,16%.

Tol Semarang-Demak
Pembangunan Tol Semarang-Demak. Dok. Ist

Pada Seksi 1C, dibangun dua kolam retensi dengan rumah pompa yakni Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan. Kolam Terboyo memiliki panjang tanggul 6,55 km, enam pompa axial kapasitas 5 m³/detik, dua pompa submersible kapasitas 500 liter/detik, dengan layanan 189 hektare.

Sementara Kolam Sriwulan memiliki tanggul 2,10 km dengan empat pompa axial kapasitas 5 m³/detik dan dua pompa submersible kapasitas 500 liter/detik yang melayani 28 hektare.

Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan sistem pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1 berupa enam rumah pompa dengan total kapasitas 81 m³/detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km.

Infrastruktur ini diperkirakan akan mereduksi banjir hingga 4.429 hektare di tiga kecamatan (Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk), melindungi lebih dari 254 ribu jiwa atau setara 119 ribu KK dari ancaman rob.

Baca Juga :

Jembatan Buton-Muna Mulai Dibangun Tahun Depan, Menteri PU: Perkuat Konektivitas dan Gerakkan Ekonomi Kawasan Timur

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan