Pembangunan Huntap Korban Banjir Sumatera Dipercepat, Warga Dapat Bantuan Rp60 Juta atau Rumah Baru
Bantuan melalui dua skema utama, yakni pembangunan mandiri (in-situ) dan pembangunan komunal oleh pemerintah.
Konstruksi Media – Pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di wilayah Sumatera melalui dua skema utama, yakni pembangunan mandiri (in-situ) dan pembangunan komunal oleh pemerintah.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa masyarakat terdampak dapat memilih skema pembangunan sesuai kondisi di lapangan.
“Untuk skema in-situ, masyarakat bisa membangun rumah sendiri di lokasi semula dengan dukungan dana sebesar Rp60 juta dari pemerintah,” ujarnya.
Dua Skema Pembangunan Huntap
Skema pertama adalah in-situ, yaitu pembangunan hunian tetap di lokasi awal dengan bantuan dana stimulan. Dana ini diberikan kepada masyarakat untuk membangun atau memperbaiki rumah secara mandiri.
Di Aceh, dari total sekitar 26.000 rumah terdampak, sekitar 15.000 unit menggunakan skema in-situ, baik dibangun sendiri oleh warga maupun difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Skema kedua adalah pembangunan komunal, yaitu pembangunan hunian tetap dalam satu kawasan yang lahannya disiapkan oleh pemerintah daerah. Proses pembangunan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama kementerian lain serta pihak non-pemerintah.
Dukungan Yayasan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Salah satu contoh pembangunan huntap komunal dilakukan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Baca juga: Mendagri Tito Klaim Hampir 100% Pengungsi Pascabencana Sumatera Sudah Keluar dari Tenda
Yayasan tersebut membangun total 2.603 unit huntap di tiga provinsi terdampak, dengan rincian:
- Aceh: 1.000 unit
- Sumatera Utara: 1.103 unit
- Sumatera Barat: 500 unit
Khusus di Kabupaten Tapanuli Utara, sebanyak 103 unit huntap akan dibangun melalui dukungan yayasan tersebut.
Percepatan dari Huntara ke Huntap
Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan hunian tetap agar masyarakat tidak berlama-lama tinggal di hunian sementara (huntara).
Menurut Tito, saat ini tahap hunian sementara hampir selesai dan pemerintah mulai fokus pada percepatan pembangunan huntap secara menyeluruh.
“Proses huntara sudah hampir selesai, sekarang kita genjot percepatan pembangunan huntap,” tegasnya.
Percepatan pembangunan hunian tetap bagi korban banjir di Sumatera menjadi langkah strategis pemerintah dalam pemulihan pascabencana. Dengan dua skema yang fleksibel serta dukungan lintas sektor, diharapkan masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. (***)
