EventInfo ProyekInfrastrukturJembatanNews

PS Construction Kenalkan Teknologi Zinc Cartridge di IPA Seminar untuk Cegah Korosi Jembatan

Zinc cartridge dipasang untuk mencegah korosi lanjutan.

Konstruksi Media – Perusahaan konstruksi asal Jepang, PS Construction Co., Ltd., turut berpartisipasi dalam IPA Seminar on Press-in Technology di  Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (15/4).  Dalam kesempatan tersebut, perusahaan menghadirkan teknologi perawatan jembatan berbasis cathodic protection.

Chief Representative PS Construction Indonesia, Abdias Yudy Prasetyo, mengatakan kehadiran perusahaan dalam seminar ini bertujuan memperkenalkan inovasi di bidang pemeliharaan infrastruktur, khususnya jembatan beton.

“Sebenarnya kita hadir di sini untuk memperkenalkan salah satu R&D (Research and Development) kami itu untuk maintenance jembatan. Di mana kita berpikir untuk menjaga asset management ke depan,” ujarnya kepada Konstruksi Media.

Baca Juga:

Nippon Steel Perkenalkan Teknologi Soldier Pile di IPA Seminar, Lebih Hemat Material

Teknologi Zinc Cartridge untuk Cegah Korosi

Dalam pameran tersebut, PS Construction menampilkan teknologi cathodic protection yang dirancang untuk melindungi struktur beton dari korosi, khususnya di lingkungan dengan kadar garam tinggi seperti wilayah pesisir.

“Jadi kita ingin memperkenalkan produk kita ini untuk cathodic protection di beton. Kan selama ini kalau yang di steel itu udah biasa untuk anoda, nih untuk beton ya,” katanya.

Ia menjelaskan, teknologi ini bekerja dengan melindungi bagian dalam struktur beton, termasuk tulangan baja dan lapisan beton itu sendiri.

Setelah proses perbaikan struktur dilakukan, sistem akan dipasang menggunakan zinc cartridge untuk mencegah korosi lanjutan.

“Jadi setelah diperbaiki, semuanya ditutup rapat, baru kita pasang Zinc Cartridge,” katanya.

Dilengkapi Monitoring Berbasis IoT

Teknologi ini juga dilengkapi sistem pemantauan berbasis sensor yang terhubung dengan Internet of Things (IoT), sehingga kondisi struktur dapat dipantau secara berkala.

“Jadi setelah kita pasang ini, kita monitoring juga pakai sistem. Jadi dengan Titan Wire Sensor ini kita bisa mengecek nilai korosinya day-by-day,” ujarnya.

Untuk mendukung operasional, sistem tersebut memanfaatkan jaringan dan sumber energi mandiri.

“Ini ditaruh di sini lalu kita pasang IoT sih, pakai software… nanti untuk sumber listriknya pakai solar panel,” katanya.

Baca Juga:

IPA Seminar on Press-in Technology Resmi Digelar, Perkenalkan Metode Konstruksi Minim Getaran

Sudah Diterapkan di Sejumlah Jembatan

Abdias mengungkapkan, teknologi ini telah digunakan pada sejumlah proyek jembatan nasional di Indonesia, termasuk di wilayah Anyer, Cianjur Selatan, serta proyek percontohan di Jembatan Suramadu.

“Iya, ini sebenarnya kita dari Bintek ini sama-sama kita sudah empat jembatan… lalu ini untuk jembatan yang terakhir kita pilot project di Suramadu,” ujarnya.

Ia menambahkan, teknologi ini memiliki masa kerja yang cukup panjang, yaitu 15 tahun untuk mendukung perawatan infrastruktur.

Melalui partisipasi dalam IPA Seminar ini, PS Construction berharap teknologi perawatan jembatan dapat lebih dikenal dan diadopsi secara luas di Indonesia.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan