Konstruksi Media – Sinergi pembiayaan perumahan nasional mencatatkan sejarah baru. Dalam kegiatan sosialisasi di Gedung Graha Asia, Sumedang, Jumat (13/2/2026), Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil membukukan realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) untuk UMKM sektor perumahan sebesar Rp100 miliar.
Capaian ini memecahkan rekor nasional sebelumnya yang dipegang oleh Bank BJB sebesar Rp70 miliar pada Januari lalu. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi tinggi akselerasi pembiayaan ini sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem pembangunan rumah yang berkelanjutan.
Memperkuat Rantai Pasok Konstruksi
Berbeda dengan KPR biasa, Program Kredit Program Perumahan (KPP) yang dipaparkan Staf Khusus Menteri PKP, Budi Permana, menyasar sisi hulu hingga hilir konstruksi. Program ini ditujukan khusus bagi:
-
Pengembang dan Kontraktor
-
Toko Bahan Bangunan
-
Pelaku UMKM Rantai Pasok Perumahan
Melalui KPP, pemerintah berupaya memperkuat permodalan pelaku usaha agar kapasitas pembangunan rumah nasional meningkat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor konstruksi.
Di sisi hilir, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan urgensi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema ini menjadi tumpuan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah pertama.
“FLPP memberikan bunga tetap dan terjangkau sepanjang tenor, dengan uang muka ringan dan angsuran stabil. Ini adalah akses kunci agar masyarakat bisa menghuni rumah layak,” ujar Heru.
Baca Juga:
IKN Jadi Laboratorium Hidup Global, Otorita Gandeng Konsorsium Universitas Belanda
Sinergi Ekonomi Mikro dan Penurunan Bunga Mekaar
Kolaborasi ini juga melibatkan PNM melalui program Mekaar untuk perempuan prasejahtera dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Kabar gembira lainnya datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang resmi menurunkan bunga pinjaman bagi 12,6 juta nasabah Mekaar PNM.
Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban pelaku usaha ultra mikro, yang banyak di antaranya juga merupakan bagian dari ekosistem ekonomi di sekitar kawasan perumahan.
Dengan integrasi antara KPR FLPP dari BP Tapera, Program KPP untuk pelaku usaha konstruksi, serta penguatan modal Mekaar, pemerintah optimistis target penyediaan rumah rakyat dan pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan beriringan secara berkelanjutan.




