Konstruksi Media – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) resmi mengeluarkan kebijakan penghentian sementara penerbitan izin pembangunan perumahan baru di seluruh wilayah Jawa Barat. Kebijakan ini dinilai berpotensi menekan kinerja sejumlah pengembang properti yang memiliki portofolio proyek besar di provinsi tersebut.
Kebijakan yang sebelumnya diterapkan di kawasan Bandung Raya itu kini diperluas mencakup seluruh Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang semakin sering terjadi di berbagai daerah.
Penghentian sementara izin perumahan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 180/HUB.03.08.02/DISPERKIM. Melalui surat edaran ini, pemerintah daerah kabupaten/kota di Jawa Barat diwajibkan memiliki hasil kajian risiko bencana serta melakukan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebelum kembali menerbitkan izin pembangunan perumahan baru.
Sejumlah pengembang properti tercatat memiliki portofolio proyek yang cukup signifikan di wilayah Jawa Barat, sehingga berpotensi terdampak oleh kebijakan tersebut. Pengembang-pengembang itu antara lain PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), serta PT Metropolitan Land Tbk (MTLA).
Baca juga: KDM Siapkan Rp8 Triliun untuk KAI Bangun Kereta Jakarta–Bandung Berwaktu Tempuh 1,5 Jam
PT Sentul City Tbk mengembangkan kawasan terpadu Sentul City di Bogor yang mencakup berbagai proyek hunian dan area komersial, seperti Arcadia Residence & Square, Spring Residence, Spring Valley Extension, hingga Spring Garden.
Sementara itu, PT Puradelta Lestari Tbk mengelola kawasan Kota Deltamas di Cikarang Pusat, Bekasi, dengan luas sekitar 3.200 hektare. Kawasan ini dikembangkan sebagai kota terpadu yang memadukan area industri, residensial, komersial, serta berbagai fasilitas publik penunjang.
PT Ciputra Development Tbk juga memiliki proyek township Citra Sentul Raya atau Citra City Sentul di Bogor dengan luas sekitar 400 hektare. Adapun PT Kentanix Supra International Tbk mengembangkan sejumlah proyek properti di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bogor, seperti Grand Nusa Indah (GNI) Cileungsi, Adhigana, serta Permata Nusa Indah Situsari.
Di sisi lain, PT Metropolitan Land Tbk tercatat memiliki portofolio proyek yang cukup luas di Jawa Barat, meliputi Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Cibitung, Metland Cikarang, hingga proyek terbaru Metland Kertajati yang berlokasi di Majalengka. (***)




