NewsTeknologi

Huntara Aceh Tamiang Pakai Konsep Konstruksi Modular, ini Keunggulannya

Huntara Aceh dibangun dengan Konsep Modular yang Praktis dan Efisien.

Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengadopsi teknologi konstruksi modular dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang.

Penggunaan sistem ini terbukti mampu mempercepat penyediaan tempat tinggal yang layak dalam waktu singkat.

​Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pemilihan konsep ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan hunian yang lebih aman, nyaman, dan manusiawi dibandingkan tenda pengungsian.

Baca Juga:

600 Huntara Jadi Tahap Awal Pemulihan Aceh Tamiang

“Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat,” ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi pada Kamis (1/1/2026).

Keunggulan Sistem Modular Huntara

​Berdasarkan tinjauan teknis di lapangan, terdapat beberapa keunggulan utama dari penggunaan sistem modular pada proyek di Aceh Tamiang ini:

  • Kecepatan Pengerjaan: Konstruksi bangunan dapat berdiri hanya dalam waktu tiga hingga empat hari karena menggunakan komponen yang sudah terstandardisasi.
  • Ketahanan Struktur: Huntara ini menggunakan struktur rangka baja ringan yang kuat namun fleksibel untuk kebutuhan darurat.
  • Material Berkualitas: Material yang digunakan dikategorikan premium sehingga jauh lebih layak dan manusiawi bagi para pengungsi.
  • Instalasi Terpadu: Sistem ini memungkinkan integrasi cepat dengan pekerjaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP), termasuk jaringan air bersih dan sanitasi.

Huntara
Huntara siap tampung 80kk. Dok.Kemen PU

Kapasitas dan Fasilitas

​Kawasan huntara ini dirancang untuk menampung sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) atau mencapai 336 jiwa.

Kompleks ini terdiri dari 7 blok bangunan modular hunian utama dan 1 blok tambahan. Setiap unit telah dilengkapi dengan instalasi listrik, pencahayaan, serta akses ke toilet komunal yang higienis.

Baca Juga:

Atasi Banjir Aceh Timur, BKS PII Turunkan Insinyur Ahli untuk Asesmen Infrastruktur

​Pembangunan yang dilakukan bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal Januari 2026.

Langkah cepat ini merupakan bagian dari program “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” untuk menjalankan visi ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan dampak pascabencana secara berkelanjutan.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan