600 Huntara Jadi Tahap Awal Pemulihan Aceh Tamiang
BUMN Bangun 600 Huntara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang
Konstruksi Media – Proses pemulihan Aceh Tamiang pascabanjir terus berjalan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BUMN membangun 600 unit hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pembangunan huntara merupakan bentuk kehadiran negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka,” ujar Dony saat meninjau lokasi pada pekan ini.
Baca Juga:
Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Rumah Huntara Sangat Diperlukan
Fasilitas Memadai Dukung Kawasan Huntara
Dony menjelaskan, huntara tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal sementara. Karena itu, pembangunan kawasan huntara juga memperhatikan aspek lingkungan serta fasilitas penunjang agar warga dapat beraktivitas dengan nyaman selama masa pemulihan.
BUMN berkomitmen menjadikan lingkungan huntara sebagai kawasan yang aman dan layak huni. Sejumlah fasilitas disiapkan, mulai dari tempat ibadah hingga area bermain anak.
Selain itu, aspek konektivitas turut menjadi perhatian agar warga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan dukungan fasilitas tersebut, warga diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih optimal meski masih berada dalam masa pemulihan.
Target Pembangunan 15.000 Huntara
Ke depan, BUMN menargetkan pembangunan huntara dalam skala yang lebih besar. Sebanyak 600 unit yang telah dibangun menjadi tahap awal dari rencana pembangunan hingga 15.000 unit huntara di berbagai wilayah terdampak bencana.
Baca Juga:
IKN Bangun TPST di KIPP, Sehari Tampung 74 Ton Limbah
Pembangunan tahap berikutnya akan dilakukan secara bertahap, disertai penyediaan fasilitas umum yang mendukung kebutuhan warga. Menurut Dony, pelaksanaan pembangunan lanjutan akan dilakukan setelah adanya arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi yang siap dibangun.
“Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan,” tutup Dony.
Pembangunan huntara tahap awal ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas BUMN, melibatkan BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, dan Telkom, serta didukung oleh kesiapan dan percepatan penyediaan areal oleh Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero).




