Alasan Permukaan Jalan Tol Tak Selalu Hitam
Permukaan Jalan Tol Berwarna Hitam, Putih, hingga Abu-abu.
Konstruksi Media – Pengguna jalan tol kerap menjumpai permukaan jalan dengan warna berbeda. Selain hitam, sejumlah ruas tol juga terlihat berwarna putih atau abu-abu. Perbedaan tersebut berkaitan dengan jenis perkerasan jalan yang digunakan.
Pada jalan tol, terdapat dua jenis perkerasan utama, yakni perkerasan fleksibel dan perkerasan kaku.
Perkerasan fleksibel menggunakan material aspal yang identik dengan warna hitam. Sementara itu, perkerasan kaku menggunakan material beton yang umumnya berwarna putih atau abu-abu.
Baca Juga:
Huntara Aceh Tamiang Pakai Konsep Konstruksi Modular, ini Keunggulannya
Penentuan jenis perkerasan jalan tol mengacu pada Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemilihan material disesuaikan dengan volume lalu lintas, umur rencana jalan, serta kondisi fondasi.
Penempatan Beton dan Aspal

Material beton umumnya diterapkan di area dengan beban kendaraan tinggi, seperti gerbang tol serta area masuk dan keluar tol. Di titik-titik ini, beton digunakan untuk menahan beban kendaraan yang berhenti atau bergerak lambat akibat antrean.
Sementara itu, perkerasan aspal lebih banyak digunakan pada jembatan. Material ini dipilih karena bobotnya lebih ringan sehingga dapat mengurangi beban struktur jembatan.
“Pemakaian material beton biasanya ada di gerbang tol dan di entrance atau exit tol. Fungsinya untuk menopang beban kendaraan yang tinggi akibat antrean di atasnya,” demikian penjelasan Jasa Marga dalam laman Instagramnya yang dikutip Minggu (4/1).
Baca Juga:
Atasi Banjir Aceh Timur, BKS PII Turunkan Insinyur Ahli untuk Asesmen Infrastruktur
Pada ruas tol luar kota, peralihan permukaan jalan dari beton ke aspal atau sebaliknya kerap ditemukan. Hal ini berkaitan dengan panjang ruas tol dan perbedaan kondisi wilayah, sehingga jenis perkerasan disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan.
Penerapan kombinasi perkerasan aspal dan beton ini dapat dijumpai di sejumlah ruas tol nasional, seperti Tol Jakarta–Cikampek, Tol Semarang–Solo, serta Tol Padalarang–Cileunyi.
“Jadi, penentuan permukaan jalan dengan aspal dan beton sudah direncanakan sebaik mungkin untuk mendukung mobilitas,” tutup keterangan Jasa Marga.




