AFEO Terbitkan Sertifikat AER untuk 90 Insinyur Nasional
Para insinyur yang telah mengantongi sertifikat AER tersebut bisa bekerja di berbagai proyek yang ada di Asia Tenggara.
Konstruksi Media – Chairman ASEAN Federation of Engineering Organization I (AFEO) ke-41 sekaligus Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc., IPU., ACPE., ASEAN Eng., mengatakan pihaknya telah memberikan sekitar 90 ASEAN Engineriing Register (AER) kepada para insinyur Indonesia.
“Waktu awal saya dapat laporan 86 tetapi bertambah jadi 90-an,” kata Danis saat diwawancarai Konstruksi Media dalam event CAFEO ke-41 di The Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (21/11/2023).
Dengan demikian, para insinyur Indonesia yang berasal dari berbagai latar profesi tersebut saat ini sudah terdaftar dalam AER.
Baca juga: CAFEO 41 di Bali akan Dihadiri 1.100 Engineer Se-Asia Tenggara
“Ada dari profesor, kepala pekerjaan umum (PU), konsultan, kontraktor, dan lainnya,” tutur Danis.
Sertifikat AER ini diberikan kepada para insinyur nasional tersebut agar mereka mendapat pengakuan sebagai engineer secara global, khususnya dalam lingkup ASEAN.
Sehingga ke depan, para insinyur yang telah mengantongi sertifikat AER tersebut bisa bekerja di berbagai proyek yang ada di Asia Tenggara.
“Mereka kemampuannya sudah teruji sehingga diakui dan terdaftar sebagai engineer-engineer ASEAN,” ucap Danis.

Danis memastikan, kemampuan insinyur yang telah memiliki sertifikat AER ini sudah diakui di ASEAN.
“Kemampuannya jadinya setara. Nanti juga kalau mereka bekerja di lingkungan negara ASEAN, mempunyai sesuatu nilai tambah terhadap nilai penghargaan atau pendapatan mereka,” tuturnya.
Baca juga: Jasamarga Bali Tol Gaungkan Green Technology dalam Event CAFEO 41
Danis juga memastikan bahwa sang pemiliki sertifikat AER ini tidak ada batasan umur dalam berkarya.
“Kalau pembatasan kan tergantung dari perusahaan, pemerintah dan sebagainya,” ujarnya.
Maka itu selanjutnya, AFEO maupun PII akan melakukan sosialisasi secara masif.
“Kita lihat, kita baru mengadakan sosialisasi. Jadi semakin kita global, semakin kita meningkatkan kerja sama ASEAN, semakin ramai,” kata Danis.
Menurutnya, hingga saat ini terdapat 2 ribu insinyur Indonesia yang sudah bersertifikasi internasional tersebut.
“Registrasi AER ini penting agar insinyur Indonesia memiliki mobilitas yang tinggi sehingga bisa mengerjakan proyek di luar negeri bahkan menempati posisi strategis seperti project manager hingga project director. Syarat untuk diusulkan ke AER ini adalah insinyur harus minimum di tingkatan Insinyur Profesional Madya (IPM) yang disyaratkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII),” ujar dia lagi.