Konstruksi Media – Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol di berbagai wilayah Indonesia guna meningkatkan konektivitas dan kelancaran mobilitas nasional. Pada tahun 2026, sejumlah ruas tol baru ditargetkan mulai beroperasi dan diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Proyek-proyek jalan tol tersebut tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera, dan saat ini tengah dikebut penyelesaiannya agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Secara keseluruhan, terdapat sembilan ruas jalan tol yang ditargetkan beroperasi pada 2026.
Berikut daftar ruas tol yang direncanakan mulai beroperasi:
1. Tol Serang–Panimbang
Panjang total 41,63 km, terdiri atas:
- Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles: 24,17 km
- Seksi 3.1 Cileles–Panimbang Fase 1: 17,46 km
2. Tol Yogyakarta–Bawen
Panjang 15,10 km, meliputi:
- Seksi 1 JC Sleman–Banyurejo: 8,80 km
- Seksi 6 Ambarawa–Bawen: 4,98 km
3. Tol Betung–Tempino–Jambi
- Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir sepanjang 54,30 km.
4. Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo
Panjang 14,73 km, terdiri dari:
- Paket 1.2B Prambanan–Purwomartini: 11,48 km
- Paket 2.2B Trihanggo–Sleman: 3,25 km
Baca juga: Prabowo Bakal Bangun 50 Tol Baru, Ini Daftar Lengkapnya
5. Tol Kediri–Tulungagung
- Ruas akses menuju Bandara Kediri dengan panjang 4,82 km.
6. Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan
Panjang total 54,75 km, meliputi:
- Paket 2 Setu–Sukabungah: 23,50 km
- Paket 3 Sukabungah–Sadang: 31,25 km
7. Tol Ciawi–Sukabumi
- Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat sepanjang 13,70 km.
8. Tol Kayu Agung–Palembang–Betung
Panjang total 69,19 km, terdiri atas:
- Prioritas 2 Kramasan–Simpang Rengas: 21,5 km
- Prioritas 1 Simpang Rengas–Pangkalan Balai: 33 km
- Prioritas 3 Pangkalan Balai–Betung: 14,69 km
9. Tol Probolinggo–Banyuwangi
Panjang 38,48 km, mencakup:
- Seksi 1.1 Gending–Suko: 3,88 km
- Seksi 1.2 Suko–Kraksaan: 9 km
- Seksi 3.1 Paiton–Banyuglugur: 9,40 km
- Banyuglugur–Besuki: 16,2 km
Dengan beroperasinya sembilan ruas tol tersebut pada 2026, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah semakin terintegrasi, biaya logistik dapat ditekan, serta aksesibilitas menuju kawasan industri, pariwisata, dan bandara strategis semakin meningkat. (hds)



