Update Terbaru Penanganan Banjir Aceh: Ini 3 Strategi Jitu Menteri Dody
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan pengerahan sumber daya penuh untuk penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh.
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan pengerahan sumber daya penuh untuk penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Jumat (28/11/2025).
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa strategi jitu penanganan bencana berpusat pada tiga prioritas utama: menjaga konektivitas, mengamankan infrastruktur, dan memastikan keselamatan warga.
Strategi ini diimplementasikan secara cepat melalui Tim Satgas yang dikoordinasikan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
“Kami memastikan seluruh jajaran teknis bergerak cepat. Prioritas kami adalah menjaga konektivitas, mengamankan lokasi terdampak, dan memastikan keselamatan warga,” kata Menteri Dody, dalam keterangan resminya yang diterima, Sabtu (29/11).
Baca Juga:
Menteri PU Terjunkan Tim untuk Penanganan Darurat Bencana di Aceh
Pengerahan Alat Berat dan Normalisasi Saluran

Sebagai bagian dari strategi jitu tersebut, Tim Satgas Bencana dari BWS Sumatera I segera mengerahkan alat berat dan personel ke Kabupaten Aceh Utara. Aksi yang telah dilakukan meliputi:
-
Normalisasi Saluran: Pembersihan dan normalisasi saluran pembuangan sepanjang 250 meter di tiga desa (Gelanggang Baro, Merbo Lama, dan Merbo Jurong, Kecamatan Baktiya).
-
Pengendalian Air: Pembukaan pintu pasang surut untuk mempercepat pengaliran air, serta pemantauan intensif terhadap infrastruktur bendungan dan bendung.
-
Evakuasi Warga: Tim di lapangan turut membantu proses evakuasi warga terdampak menuju posko pengungsian dan fasilitas Puskesmas.
Fokus BPJN: 31 Alat Berat Amankan Akses Jalan

Dukungan vital dalam strategi Menteri Dody juga datang dari BPJN Aceh, yang berfokus pada pemulihan konektivitas jalan nasional. BPJN telah memobilisasi total 31 alat berat ke sejumlah lokasi terdampak.
Penanganan BPJN Aceh difokuskan pada pembersihan material longsoran dan normalisasi saluran drainase untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan memulihkan akses jalan.
Baca Juga:
Pembangunan MRT Jakarta Timur–Barat Dimulai Akhir 2026, Siap Hadirkan Konektivitas Baru
Kementerian PU memastikan upaya penanganan akan terus diperkuat dengan menyiapkan langkah tindak lanjut berupa penambahan alat berat, normalisasi sungai dan saluran lanjutan, serta melanjutkan koordinasi intensif dengan Pemerintah Aceh, BPBD, BNPB, dan seluruh instansi terkait.



