Konstruksi Media – Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI) Hari Ganie mengungkapkan setelah kurang lebih tiga tahun rumah subsidi tidak mengalami kenaikan dari segi harga, kini harga baru akan segera rilis.
Hal tersebut dikatakan dalam kegiatan Indonesia Property Market Outlook & Tren Real Estate 2023 di Jakarta, ditulis Sabtu, (17/12/2022).
Dia menambahkan bahwa dua hari yang lalu, REI telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional dan ia mengakui akan ada ‘lampu hijau’ mengenai rumah subsidi.
“Dua hari yang lalu, kita baru selesai rakernas, ada lampu hijau awal tahun (depan) Insya Allah, rumah subsidi dengan harga baru akan segera dikeluarkan, ini jelas angin segar bagi kita semua,” ujar dia.
Dia menjelaskan, saat ini Real Estate Indonesia memiliki anggota kurang lebih ada 5000 dan 80% merupakan para pengembang rumah subsidi yang harganya dipatok pemerintah, yaitu di kisaran angka 160-170 juta.
“Yang tiga tahun ini nggak naik-naik. Sehingga semua pengembang rumah subsidi sedang sangat-sangat kesulitan. untuk rumah subsidi yang saat ini sedang mengalami masa-masa yang sangat sulit,” kata dia.
Baca Juga : REI Sebut 80 Persen Anggotanya Pengembang Rumah MBR
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih menunggu putusan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, soal penyesuaian harga rumah subsidi yang sudah tertahan sejak 3 tahun terakhir.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja mengatakan Kemenkeu tengah menghitung dampaknya dari lonjakan harga BBM.
Dia menjelaskan perhitungan Kementerian PUPR, harga rumah subsidi saat ini seharusnya sudah lebih tinggi 5-7%.
“Tanpa adanya eskalasi anggaran, pihak kontraktor akan semakin terbebani dengan nilai jual rumah subsidi yang belum ada kenaikan,” tuturnya.
Baca Artikel Selanjutnya :