SCG dan Hokkaido Poracon Sepakat Kembangkan Beton Berpori, Seperti Apa Fungsinya?
Kolaborasi dua perusahaan material besar ini menandai langkah baru menghadirkan teknologi beton berpori untuk solusi banjir dan infrastruktur hijau di Indonesia.
Konstruksi Media – SCG melalui PT Kokoh Inti Arebama Tbk. menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hokkaido Poracon Co., Ltd. untuk mengembangkan dan memasarkan teknologi beton berpori (porous concrete) di Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan penyerapan air dan mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan.
Banjir masih menjadi salah satu bencana paling sering terjadi di Indonesia. BNPB mencatat ada 1.420 kejadian banjir sepanjang 2024, dengan lebih dari 77 persen korban bencana nasional berasal dari masyarakat terdampak banjir. Minimnya area resapan dan buruknya pengelolaan aliran air hujan menjadi penyebab utamanya.
Kerja sama SCG dan Hokkaido Poracon sebelumnya telah berlangsung melalui program SDGs Business Supporting Survey yang didukung Japan International Cooperation Agency (JICA). Program tersebut menguji penerapan beton berpori sebagai solusi untuk wilayah berisiko banjir.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pemasangan Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses Vital Banda Aceh–Medan
Komitmen SCG dalam Praktik Berkelanjutan

Presiden Direktur PT Kokoh Inti Arebama Tbk., Thichet Srisuryon, mengatakan kolaborasi ini memperkuat komitmen SCG menghadirkan inovasi infrastruktur berkelanjutan. “Kami yakin dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung konservasi air tanah,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima, Senin (8/12).
Kenji Niwa, Project Formulation Advisor JICA, menilai teknologi beton berpori dapat membantu Indonesia menghadapi tantangan iklim. “Solusi ini tidak hanya mengatasi banjir, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih hijau,” kata Kenji.
Dua Fokus Utama Kolaborasi SCG dan Hokkaido Poracon

- Proyek Sumur Resapan Beton Berpori, inisiatif ini diawali dengan instalasi sumur resapan di wilayah Jakarta.
- Konsultasi Teknis dan Ekspansi Keahlian, lewat proyek percontohan di beberapa kota besar, kedua pihak akan mengembangkan kemampuan terkait pengendalian aliran air hujan dan instalasi beton berpori.
SCG juga menghadirkan berbagai produk bangunan ramah lingkungan yang telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GPCI).
Langkah ini sejalan dengan tujuan perusahaan menuju Inclusive Green Growth dan Low Carbon Society.
Baca Juga:
KAI Masuk UN Global Compact, Komitmen Transportasi Hijau Makin Tegas
Ke depan, SCG membuka peluang untuk menjajaki joint venture dengan Hokkaido Poracon dan JICA guna memperkuat pasar beton poros di Indonesia.




