Mining

PT GNI Klaim Serap Ribuan Tenaga Kerja Baru di Morawali Utara

Konstruksi Media – Founder PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) Tony Zhou Yuan mengatakan, pihkanya sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia di bidang hilirisasi minerba menginvestasikan sekitar 3 miliar dolar AS untuk kebutuhan produksi dan penunjangnya.

Tony menyebut bahwa hal itu sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan nikel yang terus meningkat di dunia

“PT GNI berencana menginvestasikan sekitar 3 miliar dolar AS, serta akan membangun 24 lini produksi feronikel dan PLTU berkapasitas sekitar 1.115 MW, total kapasitas 2 juta metric ton,” ujar Tony dalam keterangan resminya, kemarin.

Lebih lanjut Tony menjelaskan, pihaknya memilih Kabupaten Morowali Utara, karena Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah tambang nikel paling potensial di Indonesia.

Tony mengungkapkan bahwa PT GNI mengadopsi teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) paling mutakhir dan ramah lingkungan di dunia, dengan kadar produksi Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki kadar nikel 10-12 persen.

“Kami percaya dengan kerja keras dan konsistensi kami dapat membangun GNI untuk menjadi yang terbesar di industri smelter nikel,” katanya.

Selain itu, kata Tony, PT GNI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan mewujudkan program hilirisasi pemerintah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat di bidang pendidikan, lingkungan, pariwisata, dan lain sebagainya.

“Investasi PT GNI telah mendapat dukungan kuat dari berbagai lapisan pemerintah. Kami ucapkan rasa terima kasih dengan setulus hati,” ucapnya.

Diketahui, hadirnya PT GNI telah membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat dan mampu menyerap sekitar 4.000 pekerja sejauh ini dan direncanakan akan meningkat hingga kurang lebih 10.000 pekerja ke depannya.

PT GNI juga membangun berbagai sarana penunjang mulai dari akses jalan, dermaga (jetty), PLTU, batching plant, hingga tempat tinggal untuk karyawan.***

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp