BPKS: DPR Setujui Tambahan Anggaran Rp20 Miliar Untuk Proyek Jembatan di Aceh
Konstruksi Media – Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Iskandar Zulkarnain mengatakan, saat ini akan dimulai tahapan pembangunan jembatan penghubung antar pulau, yakni Palau Nasi dan Pulau Breuh, di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.
Menurut Iskandar, tahapan pembangunan jembatan penghubung ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan anggaran dari Komisi VI DPR RI.
“Komisi VI DPR RI menyetujui alokasi anggaran untuk tahapan pembangunan jalan dan jembatan Aroih Lampuyang yang akan dimasukan ke dalam Rencana Kegiatan Anggaran Kementrian/Lembaga BPKS Tahun 2022,” ujar Iskandar, kemarin.
- Proyek Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Lindungi 60% Kawasan Industri dan 30 Juta Penduduk
- Adhi Karya Kantongi Kontrak Baru Rp4,72 Triliun hingga Maret 2026, Tumbuh 131,5%
- Dody Hanggodo Klaim Infrastruktur Konektivitas di Sumatra Kembali Berfungsi Pasca Bencana
Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, dalam rapat tersebut dirinya memaparkan terkait pembangunan jembatan penghubung dan sarana prasarana lainnya yang dibutuhkan warga di Pulo Aceh.
Pimpinan Rapat Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, sebut Iskandar, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh BPKS dalam pengembangan kawasan tersebut didukung oleh pihaknya.
Komisi VI DPR RI, tutur Iskandar sepakat menambah anggaran yang dibutuhkan BPKS Sabang untuk membangun Pulo Aceh sebesar Rp20 miliar.
“Pembangun jembatan Aroih Lampuyang ini masuk dalam Prioritas Nasional untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin Pemerataan dalam RPJM Nasional,” pungkasnya.***

