Pasca Badai Seroja, Abipraya Bangun 172 RISHA di Kupang
Konstruksi Media – Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 172 unit hunian tetap Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk merelokasi masyarakat terdampak bencana badai siklon tropis seroja yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2021 lalu.
Proyek tersebut, lanjut Miftakhul, resmi mulai dibangun pada 5 Juli lalu, keseluruhan RISHA ditargetkan rampung pada Desember 2021.
“Adalah suatu kebanggaan kami, Brantas Abipraya dipercaya untuk membantu para korban dengan membangun RISHA di Kupang setelah diterpa badai seroja. Kami optimistis dapat menuntaskan sesuai target dan jaga amanah PUPR memberikan kenyamanan, serta kelayakan tempat tinggal untuk masyarakat terdampak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (21/7/2021).
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
Lebih lanjut Miftakhul menjelaskan, rumah tipe 36 dengan ukuran 6×6 meter dan luas tanah 108m² tersebut dibagun di 4 titik lokasi yang berada di Manulai II, kecamatan Alak, kota Kupang. Ia menuturkan, sebanyak 66 unit RISHA dibangun di atas lahan seluas 1,19 hektar, 52 unit di atas lahan 0,94 hektar, 45 unit rumah dibangun di tanah seluas 0,67 hektar, serta sebanyak 9 unit RISHA yang dibangun di atas lahan 0,28 hektar.
“Rumah tahan gempa ini pun juga telah dilengkapi dengan utilitas seperti resevoir SPAM, tempat sampah, septictank komunal (SPALD-T) dan rembesan, serta sudah berbekal sambungan listrik. Dan dilengkapi dengan infrastruktur jalan beton, drainase, dinding penahan tanah, balai pertemuan dan PJU,” katanya.
Sebagai salah satu perusahaan konstruksi milik negara, tutur Miftakhul, Brantas Abipraya ingin menunjukkan komitmennya selalu ada untuk Indonesia, melalui karya-karya infrastruktur.
“Tak hanya membangun RISHA, BUMN konstruksi ini juga berperan aktif membangun kembali NTT dengan merenovasi dan pembenahan gedung-gedung non pendidikan dan pendidikan yang rusak dan hancur pasca bencana, penyediaan air bersih dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),” ungkapnya.
Miftakhul menuturkan, perusahaan tempat ia bekerja itu pun turut membenahi Kupang melalui Proyek Tanggap Darurat untuk percepatan peningkatan konektivitas. “Hal ini dengan pembenahan longsoran di jalan nasional tepatnya di Jalan Batu Putih Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timur Tengah Selatan, agar cepat rampung dan lekas dapat dimanfaatkan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Seperti diketahui, badai siklon tropis seroja telah merusak berbagai fasilitas di Kupang dan mengakibatkan banyak daerah yang terisolasi lantara jalan rusak dan terputus. Brantas Abipraya menargetkan seluruh pengerjaan ini selesai tepat waktu. “Tentunya kami fokus menyelesaikan dengan mengutamakan kualitas mutu, tepat waktu, pelayanan dan K3, agar masyarakat Kupang dan sekitar dapat merasakan manfaatnya,” tutup Miftakhul.***