News

Menteri Dody Ungkap 3 Proyek Strategis Infrastruktur Indonesia-China

Menteri PU Dody Hanggodo mengumumkan tiga proyek G-to-G Indonesia-China siap pembiayaan.

Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan adanya arah baru dalam kerja sama infrastruktur antara Indonesia dan China.

Ia menekankan bahwa setiap kolaborasi internasional harus selaras dengan tiga pilar strategis nasional: Ketahanan Air, Ketahanan Pangan, dan Ketahanan Energi.

​Pesan ini disampaikan Menteri Dody saat menjadi Pembicara Kunci dalam seminar “The Indonesia-China Infrastructure Investment and Construction” di Jakarta, Selasa (9/12).

Baca Juga:

Konsisten Terapkan GCG, Jasa Marga Sabet Juara 2 ARA 2024

​Menurut Menteri Dody, Kementerian PU kini menjadi poros utama percepatan pembangunan strategis Indonesia, yang terpetakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan kerangka kerja PU608.

​”Ketahanan air, pangan, dan energi bukan sekadar program teknis. Ini kebutuhan dasar bagi keberlanjutan bangsa. Karena itu, seluruh kolaborasi internasional harus selaras dengan arah tersebut,” tegas Menteri Dody.

​Tiga Proyek G-to-G Siap Masuk Tahap Pembiayaan

​Untuk mewujudkan kolaborasi yang terukur dan berdampak, Menteri Dody mengumumkan tiga proyek Government-to-Government (G-to-G) yang telah dikurasi ketat dan siap memasuki pembahasan pembiayaan:

  1. ​Bendungan Serbaguna Riam Kiwa
  2. ​Bendungan Serbaguna Pelosika
  3. ​Pembangunan Jalan Perbatasan Kalimantan

​“Ketiga proyek ini sudah berada dalam tahap siap pembiayaan. Kami tidak lagi berbicara rencana, tetapi implementasi. Ini proyek jangkar untuk ketahanan air, irigasi, dan konektivitas nasional,” ucapnya.

 

Menteri PU Dody Hanggodo
Menteri PU Dody Hanggodo. Dok.Kemen PU

​Mendorong Partisipasi Swasta dan Model Pembiayaan Berlapis

​Menteri Dody juga menyoroti pentingnya memperluas partisipasi swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Ia menyebutkan contoh proyek yang menggunakan model pembiayaan berlapis, seperti:

  • ​Proyek Waste-to-Energy (WTE) Manggar di Balikpapan.
  • ​Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Way Sekampung, Tapin, Leuwikeris, Cipanas, dan Karalloe.
  • ​Proyek konsesi jalan tol di Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

​Selain fokus pada proyek, Kementerian PU juga membentuk pola pembangunan baru yang adaptif dan berkelanjutan, seperti Proyek Integrated Coastal Development (ICD) sepanjang 900 kilometer di Pantai Utara Jawa.

Baca Juga:

IKN Teken 8 Kontrak Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif 

​Menteri Dody menutup pemaparannya dengan menekankan bahwa keberhasilan infrastruktur tidak diukur dari ukuran fisik, melainkan dari manfaatnya bagi masyarakat, seperti keamanan, produktivitas, dan kesempatan ekonomi.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan