INFOKawasanNews

KEK Industri Halal Sidoarjo Dibidik Investor Global, Siap Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Kawasan ini dinilai mampu menjembatani kepentingan investasi dari berbagai wilayah, mulai dari Timur Tengah, Asia, hingga Eropa dan Amerika Serikat.

Konstruksi Media – Momentum pergeseran rantai pasok global membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi tujuan investasi baru, khususnya di sektor industri halal. Salah satu kawasan yang kini menjadi sorotan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal Sidoarjo yang diproyeksikan sebagai hub industri halal global.

Di tengah dinamika geopolitik dan kebutuhan investor terhadap kawasan yang stabil serta memiliki kepastian regulasi, KEK Industri Halal Sidoarjo hadir sebagai alternatif strategis. Kawasan ini dinilai mampu menjembatani kepentingan investasi dari berbagai wilayah, mulai dari Timur Tengah, Asia, hingga Eropa dan Amerika Serikat.

Sejumlah investor global bahkan telah melakukan penjajakan langsung ke kawasan ini. Meski demikian, sebagian besar masih bersikap wait and see sambil menunggu kepastian status resmi KEK yang akan menjadi dasar pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

Potensi investasi yang masuk dinilai sangat besar dan strategis, dengan dampak berantai terhadap perekonomian nasional. Mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, hingga penguatan rantai pasok industri halal dalam negeri.

KEK Industri Halal Sidoarjo yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki luas sekitar 796,65 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem halal terintegrasi yang mencakup sektor produksi, pengolahan, logistik, hingga distribusi berbasis standar halal. Selain manufaktur, kawasan ini juga membuka peluang bagi sektor jasa seperti keuangan syariah dan layanan pendukung lainnya.

Pengembangan kawasan ini didukung oleh pengalaman PT Makmur Berkah Amanda Tbk dalam mengelola kawasan industri SAFE ā€˜n’ LOCK yang telah beroperasi lebih dari dua dekade dan dihuni lebih dari 500 tenant internasional. Rekam jejak ini menjadi fondasi kuat dalam pengembangan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) sebagai kawasan industri halal berdaya saing global.

Baca juga: Pakar ITS Ingatkan Pentingnya Standar Keamanan Konstruksi Usai Ambruknya Ponpes di Sidoarjo

KEK ini ditargetkan mampu menarik investasi hingga Rp97,8 triliun sampai tahun 2054 serta menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja. Skala tersebut menunjukkan peran strategis kawasan ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dukungan pemerintah juga terus menguat. Pengembangan kawasan telah mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Dewan Nasional KEK, serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Insentif melalui penetapan KEK menjadi kunci percepatan realisasi investasi.

Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda Tbk, Adi Saputra Tedja Surya, menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi pusat industri halal dunia, didukung oleh ketersediaan bahan baku, populasi muslim terbesar, serta sistem sertifikasi halal yang terintegrasi.

Sementara itu, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menekankan bahwa halal kini bukan sekadar kebutuhan religius, tetapi telah menjadi standar global dalam kualitas dan gaya hidup modern.

Pengembangan KEK ini juga semakin relevan menjelang implementasi wajib sertifikasi halal nasional pada Oktober 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur industri halal secara signifikan.

Dengan tingginya minat investor global, kesiapan ekosistem, serta dukungan kebijakan, KEK Industri Halal Sidoarjo berpotensi menjadi motor penggerak baru dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. (***)

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

šŸ‘‘ Berlangganan Artikel Premium šŸ“° Iklan Display Produk (Majalah dan Website) šŸ“£ Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan