ENERGIOil & Gas

IOC Forum 2022, Akselerasi Digital Hulu Migas

IOC Forum diselenggarakan pertama kalinya tahun 2021, sebagai salah satu upaya SKK Migas mendorong pemanfaatan IOC lebih optimal

Konstruksi Media – Upaya meningkatkan kinerja operasional industri hulu migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyelenggarakan Integrated Operation Center (IOC) Forum 2022.

Bertemakan “Digital Transformation Toward Operational Excellence”, IOC Forum 2022 ini untuk mendukung akselerasi digital di industri hulu migas, diselenggarakan secara hybrid dan diikuti oleh 386 peserta dari SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), profesional dan akademisi.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, mengatakan IOC Forum merupakan wadah kolaborasi antara SKK Migas, KKKS dan Stakeholders untuk selalu memperbaharui pengetahuan serta berbagi informasi dan keahlian mengenai perkembangan terbaru dan inovasi digitalisasi hulu migas.

IOC Forum 2022 digitalisasi hulu migas. Dok. SKK Migas

Ia menambahkan, langkah ini dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan program kerja hulu migas 2022 dan tercapaian target jangka panjang 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barrel perhari (BOPD) dan gas 12 miliar standar kaki kubik gas perhari (BSCFD).

Baca Juga : SKK Migas –Kemenkeu Lanjutkan Kerjasama Sektor Hulu Migas 

“IOC adalah bagian dari center of excellence SKK Migas. Transformasi digital hulu migas merupakan kolaborasi denga berbagai pihak untuk mendukung target long term plan (LTP) 2030 yaitu produksi minyak 1 juta BOPD dan 12 BSCFD,” terang Julius Wiratno, Kamis, (10/3/2022).

Sementara dalam sambutannya, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrachman menyampaikan rasa bangganya atas perkembangan IOC serta kolaborasi antar fungsi di SKK Migas dan kolaborasi dengan KKKS. Sejak diluncurkan pada malam pergantian tahun 2020 atau beberapa bulan sebelum Pandemi Covid-19, manfaat IOC sungguh dirasakan.

“Pandemi Covid-19 memaksa untuk melakukan perubahan dengan mengedepankan teknologi digital. SKK Migas dengan IOC telah memulai sebelum pandemi sehingga ketika ada pembatasan mobilitas, pengawasan dan koordinasi bisa dilakukan melalui IOC karena apa yang dilakukan oleh KKKS tetap bisa dimonitor,” terang Fatar.

“Tahapan pembangunan IOC secara mulus bisa dikerjakan, sampai pada tahun saat ini yang sudah sampai ke digital analytic. Kedepannya setelah semua penyempurnaan di IOC, diharapkan dapat membantu upaya SKK Migas menangani unplanned shutdown yang sangat dirasakan mengganggu produksi migas tahun lalu. Harapannya dengan data analityc yang bisa diperoleh dari IOC dapat dilakukan upaya pencegahan sedari awal, sehingga kejadian unplanned shutdown bisa ditekan secara bertahap sehingga pelaksanaan produksi migas kedepannya menjadi semakin ekselen,” tutur Fatar.

IOC Forum diselenggarakan pertama kalinya tahun 2021, sebagai salah satu upaya SKK Migas mendorong pemanfaatan IOC lebih optimal. IOC merupakan implementasi dari digitalisasi sebagai salah satu pilar transformasi SKK Migas yang dilauncing tepat pergantian tahun 2020 yang lalu. IOC forum merupakan implementasi program Charter 7A pada rencana strategi (renstra) Indonesia Oil and Gas sebagai peta jalan industri hulu migas mencapai target tahun 2030

Baca Artikel Selanjutnya :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp