Hadir di IPA Seminar, Giken Pamer Teknologi Minim Getaran untuk Area Sempit
Giken Ltd. turut meramaikan IPA Seminar on Press-in Technology yang digelar di Hotel Bidakara.
Konstruksi Media – Perusahaan konstruksi asal Jepang, Giken Ltd., turut meramaikan IPA Seminar on Press-in Technology yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (15/4). Giken menghadirkan booth yang menampilkan teknologi konstruksi minim getaran.
Melalui booth tersebut, Giken memperkenalkan metode press-in, yakni teknik pemasangan tiang pancang tanpa menimbulkan kebisingan dan getaran. Teknologi ini dinilai cocok digunakan di area sensitif yang membutuhkan ketenangan.
“Metode ini tidak menghasilkan suara bising dan getaran, sehingga bisa digunakan di area seperti rumah sakit, pemukiman, dan sekolah,” ujar Manager Construction Solutions Department Giken, Ryo Kamioka kepada Konstruksi Media.
Baca Juga:
IPA Seminar on Press-in Technology Resmi Digelar, Perkenalkan Metode Konstruksi Minim Getaran
Cocok untuk Area Sempit dan Sensitif
Selain minim gangguan, Ryo memaparkan bahwa teknologi ini juga memiliki ukuran mesin yang relatif kecil dan kompak, sehingga dapat digunakan di area terbatas.
Dari sisi ketahanan, Ryo menyebut mesin press-in memiliki standar operasional sekitar 10 tahun dengan perawatan rutin. Namun, dalam praktiknya, alat tersebut bisa digunakan jauh lebih lama.
“Mesin dari 30 tahun yang lalu pun masih ada yang beroperasi di beberapa belahan dunia,” ujarnya dengan yakin.

Sudah Digunakan di Proyek Jakarta
Ryo mengungkapkan, teknologi ini telah digunakan di sejumlah proyek di Jakarta, termasuk proyek yang didanai skema Official Development Assistance (ODA) dari Japan International Cooperation Agency.
“Saat ini kami sudah menyediakan 2 sampai 3 mesin untuk proyek ODA JICA di Jakarta, terutama di area yang sangat sempit dan dekat dengan pemukiman,” katanya.
Baca Juga:
Ancol Genjot Revitalisasi Kawasan, Optimalkan Lahan 553 Hektare
Ia menambahkan, teknologi tersebut juga telah digunakan pada proyek MRT koridor Utara-Selatan serta proyek drainase di ibu kota.
Ke depan, Giken berharap teknologi press-in dapat lebih luas digunakan di Indonesia, tidak hanya oleh kontraktor besar, tetapi juga perusahaan lokal.
“Kami berharap teknologi ini bisa digunakan di pasar Jakarta dan Indonesia secara lebih luas,” ujarnya.
Meski belum memiliki kantor di Indonesia, Giken saat ini telah memiliki perwakilan di kawasan Asia Tenggara, seperti di Singapura dan Thailand, untuk mendukung ekspansi bisnisnya di kawasan.




