Konstruksi Media – PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih) membuktikan bahwa strategi keberlanjutan menjadi kunci ketahanan bisnis di tengah fenomena overcapacity semen nasional. Perusahaan justru mencatat pertumbuhan kinerja sebesar 4,2 persen pada 2025, kontras dengan volume penjualan domestik nasional yang menurun.
Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Ia menyebut praktik ini dibagi dalam empat pilar yakni process, product, people, dan planet.
“Sustainability kami posisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini, bukan sekadar inisiatif tambahan. Dimana di Semen Merah Putih, praktik sustainability itu dibagi dalam 4 pillar, process, product, people dan planet,” ujar Surindro.
Baca Juga:
Hutama Karya Mulai Pemulihan Permanen Jalan dan Jembatan Pascabencana di Aceh
Menurutnya, pendekatan ini sangat krusial agar operasional perusahaan lebih holistik. “Pendekatan ini penting agar pendekatan sustainability kami lebih holistik dan terintegrasi dalam mendukung pembangunan nasional tanpa mengorbankan kualitas,” tambahnya.
Green Cement yang Berkualitas

General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai transisi ke material ramah lingkungan kini sudah menjadi kebutuhan industri. Ia menjamin bahwa produk green cement tetap mengutamakan kualitas tanpa kompromi.
“Kami melihat transisi menuju material konstruksi yang lebih berkelanjutan bukan lagi sebagai pilihan, tetapi kebutuhan industri. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami berkomitmen menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” jelas Oza.
Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha, mendukung langkah ini sebagai bagian dari transformasi industri nasional yang berdaya saing. Menurutnya, inovasi pada industri semen sangat strategis bagi efisiensi sumber daya alam.
“Inovasi yang aplikatif dan relevan menjadi kunci agar industri hijau mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan, dan yang lebih penting keberlanjutan tidak boleh mengorbankan daya saing,” ujar Apit.
Baca Juga:
Cara Menikmati Musim Hujan ala Semen Merah Putih, Cukup Dirumah Aja!
Menutup keterangannya, Oza Guswara menekankan pentingnya membangun ekosistem kemitraan jangka panjang. Ia memastikan transformasi perusahaan akan tetap relevan dengan arah kebijakan pemerintah.
“Lewat pendekatan ini, kami ingin memastikan bahwa transformasi industri yang kami jalankan benar-benar relevan dan berdampak bagi pembangunan nasional ke depan, serta sejalan dengan arah kebijakan pemerintah,” tutup Oza.




