Edelweis Aurora, Mahasiswi Lulusan Terbaik Politeknik PU angkatan Pertama
Program magang dikerjakan selama 6 bulan, dan berkesempatan magang di salah satu BUMN Karya dan ini jadi bekal kami sebelum terjun ke dunia kerja.
Konstruksi Media – Dalam wisuda perdana Politeknik Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2022 ini, terdapat beberapa mahasiswa dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan IPK tertinggi yaitu 3,84, salah satu berhasil di raih oleh Edelweis Aurora Salsabila.
Ketua Senat Wisuda Politeknik PU sekaligus Direktur Politeknik PU Semarang Indratmo Soekarno mengatakan, terdapat tiga mahasiswa Politeknik PU angkatan pertama yang mendapatkan predikat lulusan terbaik (cumlaude), salah satunya Edelweis Aurora Salsabila
Dalam sambutannya Indratmo merasa bangga pada wisuda perdana ini sebanyak 132 mahasiswa/i berhasil lulus dan melakukan wisuda.
Untuk itu, dirinya berpesan untuk selalu menjaga nama baik almamater Politeknik PU, dan bekerjalah dengan penuh tanggungjawab dan selesaikan segala pekerjaan yang telah dimulai.
Edelweis Aurora Salsabila merupakan mahasiswa program studi Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan Tahun Ajaran 2019/2020.

Kepada Konstruksi Media, Edelweis mengatakan dia merasa bersyukur mendapatkan predikat lulusan terbaik.
“Dengan mendapat predikat tertinggi artinya saya mengemban amanah dengan nilai yang diberikan untuk bisa diaplikasikan di dunia kerja nantinya, tidak berbangga hati juga karena diatas langit ada langit. Diantara yang terbaik ada yang terbaik, intinya cukup saya syukuri hasil kerja keras saya selama ini,” ungkap Edelweis.
Baca Juga : Politeknik PU Komit Cetak Generasi Unggul
Tak lupa dirinya juga mengucapkan terima aksih kepada segenap tenaga pengajar di Politeknik PU Semarang yang telah memberikan beberapa ilmu kepada seluruh mahasiswa. Juga memberikan fasilitas terbaik dan semoga ke depannya lebih baik dari yang sekarang.
Dia bercerita, sebelum melakukan sidang skripsi, dirinya juga sempat melakukan magang selama 6 bulan, sebagai syarat untuk menempuh semester selanjutnya hingga skripsi.
“Program magang yang diadakan selama 6 bulan, saya berkesempatan magang di salah satu BUMN Karya dan diberikannya sertifikasi keterampilan menjadikan bekal kami dalam terjun ke dunia kerja,” terangnya penuh syukur.

“Magang di BUMN Karya saya senang karena bisa belajar secara langsung di proyek, di mana kampus-kampus lain itu susah untuk tembus magang di BUMN Karya. Jadi saya memang benar-benar memanfaatkan kesempatan magang yang diberikan oleh Politeknik Pekerjaan Umum,” sambungnya.
Lebih jauh, Wanita kelahiran Semarang, 28 Agustus 2001 menuturkan Alasan dirinya memilih program studi Konstruksi Jalan dan Jembatan yakni ingin menghubungkan daerah-daerah di Indonesia.
“Awal memilih jalan dan jembatan karena ingin menjadi salah satu pihak yang membangun Jalan Tol Trans Sumatera dan Jalan Tol Trans Kalimantan sebagai salah satu jalan penghubung bagi Ibukota Negara Indonesia yang baru,” tutup anak dari pasangan Moh. Iqsan dan Yuniarti tersebut.
Baca Artikel Selanjutnya :