INFOVokasi

2 Peneliti UNPAD Raih Beasiswa FRT Lakukan Kajian Stratigrafi dengan Australian National University

Kedua peneliti tersebut berhasil mendapatkan beasiswa Future Research Talent dan akan melakukan penelitian kolaborasi selama 10-12 minggu dengan ANU Australia.

Konstruksi Media – Dua peneliti Universitas Padjadjaran (UNPAD) berhasil memperoleh beasiswa Future Research Talent (FRT) Awards- Indonesia dari Australian National University, (ANU) Australia. Penelitian kolaboratif ini dapat memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam riset geologi, khususnya pada kajian stratigrafi di Indonesia.

FRT merupakan program kompetitif dan bergengsi untuk staf dan mahasiswa terbaik dari institusi papan atas Indonesia.

Kedua peneliti tersebut akan melakukan penelitan kolaboratif selama 10 – 12 minggu ke depan dalam berbagai disiplin ilmu bidang sains, kesehatan, dan kedokteran antara Unpad dengan ANU Australia.

Peneliti pertama adalah Clarisa Dity Andari, M.Sc., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNPAD dan Syaiful Alam, M.T., Dosen Fakultas Teknik Geologi UNPAD.

Dalam keterangan yang diterima Konstruksi Media, kedua peneliti UNPAD tersebut menerima beasiswa sebesar USD Australia 8.500 dan akan terbang ke ANU untuk melakukan penelitian kolaboratif.

“Program FRT ini menawarkan peluang bagi talenta peneliti baru Indonesia untuk membentuk koneksi internasional dan mengembangkan keterampilan penelitian di universitas terbaik Australia,” kata Clarisa, Kamis, (27/4/2023).

Clarisa menambahkan, penerima beasiswa akan diundang untuk melakukan penelitian kolaboratifi di Fakultas Sains, Kesehatan & Kedokteran, Teknik & Ilmu Komputer ANU. Terdapat beberapa projek riset yang disediakan oleh ANU setiap tahunnya.

Pakar Universitas Padjadjaran beberkan mengenai fenomena mudik lebaran Idul Fitri yang terjadi setiap tahunnya. Dok. Ist

Tahun ini, kata dia, proyek riset yang disediakan meliputi astronomi dan astrofisika, biologi, kimia, ilmu komputer, ilmu kebumian, epidemiologi dan kesehatan masyarakat, matematika, riset kedokteran, fisika dan keteknikan, serta ilmu komunikasi.

Di mana, Clarisa sendiri masuk pada proyek riset biologi dengan tema “Evolution of Honeybee Parasites and Diseases”.

Proyek tersebut bertujuan memahami bagaimana parasit dan penyakit berevolusi bersama dengan inangnya.

Clarisa Dity Andari, M.Sc., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Unpad. Dok Pribadi

“Riset yang menjadi tema disertasinya ini dilakukan melalui penelitian serangga berbasis lapangan pada lebah maduk yang menjadi inang bagi banyak penyakit virus dan parasit artropoda,” ungkap Clarisa menambahkan.

Dia menuturkan, riset ini akan menggabungkan komponen laboratorium, bioinformatik, dan lapangan. Supervisor sekaligus ko-promotor untuk riset ini adalah Prof. Alexander Mikheyev dari ANU.

Riset Bidang Stratigrafi

Dosen Fakultas Teknik Geologi UNPAD Syaiful akan melakukan riset pada bidang stratigrafi sesuai proposal yang diajukan serta memiliki kesesuaian dengan tema riset yang ditawarkan Grup Riset Paleomagnetisme di ANU.

Stratigrafi menrpakan analisis suatu data, tampilan dari urutan-urutan lapisan yang berisikan informasi mengenai litologi batuan, struktur sedimen, tekstur, fosil-fosil yang terkandung, fasies pengendapan, ulangan batuan dan kontak antar tiap lapisan batuan yang dapat menceritakan sejarah geologinya.

Baca Juga : Top! LSP Unpad Raih Lisensi dari BNSP

“Tujuannya adalah untuk mengevaluasi dampak Siklus Milankovitch pada sedimentasi purba Kala Pliosen dan Pleistosen, atau pada rentang 5,33 – 2,58 juta tahun yang lalu dan 2,58 juta – 11,7 ribu tahun yang lalu,” ujar Syaiful.

Syaiful Alam, M.T., Dosen Fakultas Teknik Geologi UNPAD. Dok. Pribadi

Adapun supervisor dari riset yang dilakukan Syaiful dalam program FRT ini adalah Assoc. Professor David Heslop dan Prof. Andrew Roberts yang berada di bawah Grup Riset Paleomagnetisme pada Research School of Earth Sciences ANU.

“Aktivitas kolaborasi riset tersebut akan menghasilkan laporan kegiatan riset untuk evaluasi dan publikasi program. Lulusan program FRT akan berpartisipasi dalam publisitas program dari waktu ke waktu, mencakup publisitas di Indoensia dan/atau Australia,” beber dia.

Syaiful sendiri tertarik mengambil program riset ini karena kesesuaian dengan tema riset yang ditawarkan oleh program FRT beserta sekolah risetnya dan juga kemajuan fasilitas laboratorium yang akan digunakan di ANU.

Sementara Clarisa berharap penelitian kolaboratif ini dapat memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam riset geologi, khususnya pada kajian stratigrafi di Indonesia.

Baca Artikel Selanjutnya :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp