Disuntik Rp1,2 Triliun, Pelindo III Kembangkan Bali Maritime Tourism Hub
Konstruksi Media – Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto mengungkapkan, pihaknya sedang mengembangkan pelabuhan Benoa Bali dengan konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).
Bahkan, rencana pengembangan pelabuhan Benoa Bali ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,2 triliun.
“Area pengembangan sisi utara Pelabuhan Benoa direncanakan untuk area peti kemas, curah cair, dan LNG yang terpisah dengan area wisata, sehingga membutuhkan kolam pelabuhan yang dalam, bisa diakses kapal tanker dengan panjang 180 meter dengan bobot 50.000 DeadWeight Tonnage (DWT),” ujar Boy Robyanto dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (13/9/2021).
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
Untuk mendukung pengembangan pelabuhan ini, pihaknya akan melakukan pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2, yang merupakan salah satu dari 16 paket pengembangan.
Pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2 merupakan lanjutan dari pekerjaan sebelumnya yang telah dikerjakan tahun 2019.
“Pengerukan alur dan kolam tahap ini areanya lebih luas, dan akan menjangkau hingga area pengembangan pelabuhan di sisi utara Pelabuhan Benoa saat ini, kedalaman akan merata hingga minus 12 MLWS,” katanya.
Dengan pengerukan alur dan kolam tahap 2 direncanakan berkedalaman alur dan kolam minus 12 Meter Low Water Spring (MLWS).
Area yang akan dikeruk, lanjutnya, yakni kolam dermaga timur, kolam putar, alur pelayaran (pelebaran), kolam dermaga yacht club. Selanjutnya adalah kolam dermaga LNG, curah cair dan petikemas serta kolam dermaga selatan.
Pengerukan alur dan kolam pelabuhan dilakukan kembali karena pada beberapa area kedalaman alur dan kolam masih belum merata. Kedalaman di area pengembangan pelabuhan misalnya, kedalaman saat ini berkisar antara minus 1-3 MLWS.
Diketahui, Pelindo III sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang jasa kepelabuhanan memiliki tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di 7 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta memiliki 23 anak perusahaan dan afiliasi.
Pelindo III menjalankan bisnis inti sebagai penyedia fasilitas jasa kepelabuhanan yang memiliki peran kunci guna menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. ***