Telan Dana Rp81 Miliar, Revitalisasi Situ Bagendit Garut Rampung Bulan Ini
Konstruksi Media – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menyelesaikan revitalisasi objek wisata Situ Bagendit di Desa Sukamukti, Kecamatan Bayuresmi. Targetnya, pembangunan dapat selesai pada akhir Januari 2022.
Penyelesaian revitalisasi tersebut sudah mencapai 90% dengan nilai kontrak sebesar Rp81 miliar. Menurutnya, revitalisasi objek wisata Situ Bagendit selama ini terus dilakukan karena ada beberapa spot belum selesai 100% seperti menara pandang dan taman.
“Pembukaan kawasan objek wisata sekarang ada dua opsi yaitu langsung dibuka ketika selesai atau menunggu operator ditunjuk baru dibuka. Ini karena Gubernur Jabar juga sempat menyoroti beberapa bagian harus diselesaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Contohnya, ada satu tempat harus ditumbuhi rumput dan dalam perjanjian kerja harus dikerjakan,” ujar Budi dikutip pada Senin (10/1/2022).
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
Budi menuturkan, kondisi Situ Bagendit saat ini tertutup tanaman teratai dan pemandangan di objek wisata kurang bagus.
“Kami belum berani memastikan objek wisata Situ Bagendit dapat kembali dibuka bagi para wisatawan. Kalau ada anggaran akan lebih cepat, sebulan penuh semuanya itu bisa selesai,” katanya.
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan revitalisasi pembangunan objek wisata Situ Bagendit mulai dari membangun pintu masuk, dermaga wisata, area parkir, UMKM, amfiteater, masjid, dan bangunan penunjang lain.
Ia menyebut, untuk lahan yang dibutuhkan pada tahap pertama seluas 3,5 hektare dengan panjang 6,7 kilometer. “Pembangunan Pulau Nusa Kelapa seluas 2,3 hektare dan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak selama 435 hari atau lebih 14 bulan,” kata Helmi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, jika pengerjaan cepat, pihaknya optimistis situ sudah bisa kembali beroperasi pada Februari 2022 agar bisa dimanfaatkan.
“Kami tetap berharap agar Situ Bagendit dapat beroperasi kembali sebelum jalur kereta api Cibatu-Garut diresmikan,” kata Ridwan Kamil.
“Sebab, salah satu tujuan reaktivasi jalur kereta tersebut yakni meningkatkan sektor pariwisata berada di Kabupaten Garut dan tujuan kereta api mau ke Situ Bagendit tapi kalau kereta api dibuka dan Bagendit belum, jadi kurang maksimal,” tandasnya.***