Konstruksi Media – PT Hutama Karya mencatatkan pendapatan mencapai Rp8,9 triliun pada semester I-2022, tumbuh 1,9 % dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021. Peningkatan juga terjadi pada EBITDA sebesar Rp1,71 triliun atau meningkat 44,70 % dari periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Hutama Karya, Eka Setya Adrianto mengatakan Hutama Karya mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan, EBITDA hingga aset perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited, kata dia, pada semester I-2022 total aset perusahaan mengalami kenaikan sebesar 15,76% menjadi Rp127,95 triliun bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara ekuitas perusahaan tumbuh sebesar 76,99% menjadi Rp54,15 triliun dan liabilitas turun 7,67% menjadi Rp73,8 triliun.
“Pencapaian ini sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi, khususnya yang menyebabkan pertumbuhan trafik di ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” ucap Adri melalui keterangan pers, Senin (8/8/2022).
Direktur Operasi I Hutama Karya Gunadi, menambakan untuk mendorong kinerja konstruksi, perusahaan lebih selektif dalam mengikuti tender dan memilih kontrak-kontrak baru untuk memastikan margin konstruksi yang cukup guna meningkatkan profitabilitas perusahaan.
“Hutama Karya mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 5,83 triliun pada semester I-2022,” ujar dia.
Menurut dia, segmen yang memberikan kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru Perseroan adalah bersumber dari sektor EPC sebesar 41,84% serta sektor Jalan dan Jembatan sebesar 45,47% dari total nilai kontrak baru.
Selain itu, kata Gunadi, kinerja dari sektor proyek gedung Hutama Karya juga mengalami peningkatan dan menghasilkan keuntungan dengan meraih kontrak proyek RS Sanglah, Menara Turyapada di Bali, dan revitalisasi Gedung Parkir TMII.
Ia mengatakan, sampai dengan semester I-2022, kontrak baru dari swasta mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi mencapai 50,40 %, disusul oleh pemerintah sebesar 26,50 % dan BUMN sebesar 23,09 %.
Baca juga: Erick Thohir Kenalkan Ekosistem Metaverse Milik Telkom
“Hutama Karya optimis masih mengejar target kontrak baru di tahun 2022 yang telah ditetapkan,” ucap Gunadi.
Dengan total perolehan tersebut, Hutama Karya masih terus mengejar perolehan kontrak baru pada tahun ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan dengan berfokus pada proyek-proyek jalan dan jembatan.
Pencapaian tersebut tak lepas dari perbaikan dan transformasi yang dilakukan oleh perusahaan, salah satunya dengan meningkatkan kualitas hasil produk konstruksi untuk memberikan nilai tambah bagi portofolio perusahaan, serta peningkatan upaya efisiensi beban usaha.
Selain itu, kata dia, strategi yang dilakukan perusahaan guna mendongkrak kinerja di tahun 2022 adalah dengan meningkatkan basis kekuatan kolektif grup usaha dengan menguatkan fondasi keuangan individu perusahaan beserta masing masing anak perusahaan.
Menurut Gunadi, kinerja ini menjadi modal yang kuat bagi Hutama Karya untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Setelah berpengalaman membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Hutama Karya cukup berminat untuk mengikuti tender pada beberapa proyek di IKN sesuai dengan proses tender secara umum berusaha seoptimal mungkin mengutilisasi kapasitas dan kapabilitas perusahaan.
“Hutama Karya akan semaksimal mungkin berperan serta baik secara non JO maupun JO dengan BUMN Karya atau swasta lainnya. Kami menargetkan proyek-proyek dari sektor infrastruktur jalan tol, jembatan, gedung-gedung perkantoran, hingga prasarana air bersih dan sanitasi yang akan dilelang dalam projek IKN,” ucap Gunadi.
Baca artikel selanjutnya:
- Data Center Andal Adalah Kunci Pengembangan AI yang Aman dan Efisien, Begini Kata Para Pakar
- Kinerja Semen Indonesia di 2024: Raup Laba Bersih Rp719,76 Miliar
- Dukung Kelancaran Mudik, KAI: Stasiun Yogyakarta Simpul Integrasi Transportasi
- Tingkatkan Layanan Kesehatan, Inilah Peran BUMN Konstruksi dalam Pembangunan Rumah Sakit di Indonesia