ENERGIRenewable

PLN dan Brantas Energy Operasikan PLTM Maiting Hulu-2

Beroperasinya pembangkit listrik ramah lingkungan berkapasitas 2 x 4 MW di Sulawesi tersebut dapat melistriki 8.000 rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA).

Konstruksi Media –  Guna mendongkrak bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% di 2023, PT PLN (Persero) mengungkapkan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Maiting Hulu – 2 berkapasitas 2 x 4 megawatt (MW).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Awaluddin Hafid menjelaskan, beroperasinya PLTM tersebut masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan. Saat ini persentase pembangkit EBT dalam sistem kelistrikan PLN di Sulawesi bagian selatan adalah 38,8% di atas target rata-rata nasional.

Diketahui, PLTM Maiting Hulu – 2 merupakan pembangkit yang dibangun dan dioperasikan oleh produsen listrik swasta yaitu PT Brantas Prospek Energy. Pengoperasian pembangkit ramah lingkungan ini dapat melistriki 8.000 rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA).

PLN dan Brantas Energy Operasikan PLTM Maiting Hulu-2

“Pembangkit ini turut memperkuat sistem kelistrikan yang dikelola oleh PLN UIW Sulselrabar dengan memanfaatkan debit Sungai Maiting,” ungkapnya dalam keterangannya yang diterima Konstruksi Media, Jumat, (13/5/2022).

Baca Juga : COD PLTM Padang Guci-2, Bukti Nyata Kontribusi Anak Usaha Brantas Abipraya

Ia menambahkan, energi hijau yang dihasilkan oleh PLTM Madong akan dikirim melalui jaringan tegangan menengah (JTM) 20 Kilo Volt (kV) sepanjang 31 kilometer sirkuit (kms) ke titik interkoneksi milik pembangkit swasta dan PLN di Gardu Hubung Kalimbuang dan Rantepao untuk kemudian, listrik dialirkan kepada pelanggan di Kabupaten Toraja Utara.

“Ke depannya, berdasarkan panduan RUPTL tahun 2021-2030,  PLN UIW Sulselrabar akan membangun 12 PLTS di beberapa pulau di Provinsi Sulsel, Sultra dan Sulbar dengan kapasitas 17,61 MWp,” beber Awaluddin.

PLN dan Brantas Energy Operasikan PLTM Maiting Hulu-2. Dok. Ist

Lebih jauh, ia menjelaskan, PLN berkomitmen mendukung transisi ke energi terbarukan dan pembangkit ini juga berperan dalam salah satu pilar G20 pada 2022, yakni  pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif dengan sustainable energy transition yang menjadi isu prioritas.

Sementara, Direktur Utama PT Brantas Energy, Firmansyah Ibnu Haryoso menyambut baik kerja sama yang dilakukan Brantas Energy dengan PLN.

“Ini merupakan sinergi yang baik dan kami turut berbangga karena dapat mengambil andil dalam mewujudkan net zero emission pada tahun 2060 di Indonesia,” ungkap Firmansyah.

Baca Artikel Selanjutnya :

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp