Konstruksi Media – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dalam perhelatan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada 19-27 November 2022 mendatang.
Haru Koesmahargyo menjelaskan, Indonesia Properti Expo alias IPEX sudah terselenggara yang ke-24 kalinya, dan ini merupakan wujud komitmen Bank BTN untuk mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat.
“Event Indonesia Property Expo ini, kami berupaya menyelesaikan beberapa hal terkait perumahan di Indonesia dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak baik dari asosiasi pengembang, perbankan dan regulator,” jelas Haru, Minggu, (20/11/2022).
Sementara, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan secara aktif oleh para stakeholders, penting untuk terus terjalin dengan baik demi mereduksi angka backlog rumah yang telah mencapai 12,7 juta unit.
Baca Juga : Program Klinik Rumah Swadaya, Solusi Konsultasi Perumahan
Iwan menambahkan, angka ini akan terus bertambah, seiring kebutuhan rumah per tahun yang mencapai satu juta unit. Sementara pembangunan rumah yang dapat dipenuhi hanya sekitar 200.000-300.000 unit per tahun.
“Saya mengapresiasi pameran IPEX ini, yang tahun 2022 sudah dilakukan tiga kali. Nah, dalam pameran kali ini, para pengembang menyediakan perumahan. BTN menyediakan pembiayaannya,” papar Iwan.

Kembali, Haru menjelaskan, sebanyak 42 pengembang perumahan megikuti perhelatan IPEX 2022 ini dan memamerkan sekitar 325 proyek perumahannya. Adapaun ke-42 pengembang perumahan tersebut terdiri dari 10 pengembang perumahan subsidi dan lima produk pendukung, dan 32 pengembang proyek perumahan non subsidi.
Beberapa proyek perumahan ada yang berlokasi di luar kota seperti di Bandung dan Surabaya. Juga ada di lokasi strategis sesuai arahan Menteri BUMN RI Erick Thohir yaitu lokasi yang terkoneksi langsung dengan moda transportasi (TOD/ Transit Oriented Development).
Dalam kegiatan ini, lanjut Haru, BTN menargetkan potensi izin prinsip KPR yang akan diraih mencapai Rp 1,5 triliun. Dari jumlah tersebut pihaknya merinci sebesar Rp900 miliar rumah KPR non subsidi, Rp300 miliar rumah KPR subsidi, serta Rp300 miliar untuk pembiayaan rumah syariah.
“Masyarakat yang mengambil KPR dalam ajang IPEX 2022, Bank BTN akan memberikan bunga yang sangat menarik yakni ini mulai dari 2,47% di tahun pertama. Selain itu ada penawaran gratis untuk biaya provisi, administrasi, dan appraisal,” jelas Haru.
Kembali, dirinya menjelaskan, pada tahun 2045 mendatang pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai target zero backlog kepemilikan rumah mencapai 91% (home ownership) dan kepenghunian perumahan (home inhabited 100%).

Tentunya hal tersebut dengan dukungan pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, serta Kementerian ATR/BPN. Untuk itu, Bank BTN siap untuk menjadi poros penggerak Program Perumahan Nasional di Indonesia dengan empat langkah strategis.
Pertama, mendorong optimalisasi sumber likuiditas program perumahan yang lebih sustain.
Kedua, memastikan ketersediaan supply perumahan dengan mendorong shifting menuju vertical housing di perkotaan.
Ketiga, mengembangkan program pembiayaan yang affordable bagi seluruh kelompok demand, dan.
Keempat, meningkatkan kolaborasi yang efektif pada pengembangan ekosistem perumahan di Indonesia.
Bank BTN sangat mengapresiasi Pemerintah dalam mendukung perseroan untuk berperan sebagai lokomotif penyaluran perumahan di Indonesia.
Lebih jauh, dia menjelaskan Bank BTN akan terus melakukan transformasi dengan menjalankan berbagai inisiatif strategis yang dapat meningkatkan kontribusi Bank BTN dalam memfasilitasi kebutuhan hunian masyarakat Indonesia.
Baca Artikel Selanjutnya :