Bambang Susantono Siapkan Kavling Lahan, Tarik Minat Investor IKN Nusantara
pembangunan fisik infrastruktur besar-besaran di IKN akan dimulai pada Januari 2023 sejalan dengan banyaknya kontrak lelang proyek yang akan ditandatangani pada akhir 2022.
Konstruksi Media – Kepala Badan Otorita Bambang Susantono mengatakan pembangunan fisik infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah meliputi akses logistik, pemasok air baku dan pemetaan kavling lahan yang disiapkan untuk menarik minat investor.
“Kemudian satu lagi land consolidation, jadi kita mulai buat kavling harus ada jalannya, kemudian kita bikin kavlingnya. Kemudian itu semua bisa siap nanti investor lihat mereka mau (tinggal) dimana sih, kita harus bisa mampu utk perlihatkan itu,” kata Bambang di Istana Negara, Rabu (2/11/2022).
Ia mengatakan, pembangunan fisik infrastruktur besar-besaran di IKN akan dimulai pada Januari 2023 sejalan dengan banyaknya kontrak lelang proyek yang akan ditandatangani pada akhir 2022.
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan dan sumber air.
Baca juga: Bambang Susantono Tawarkan Skema KPBU untuk Investasi di IKN Nusantara
Meskipun ditargetkan pembangunan besar-besaran, Bambang memastikan lahan hijau akan tetap terjaga. Rasio pembangunan akan dibatasi sebesar 75 persen, dengan 5 sampai 10 persen disisihkan untuk lahan hijau.
“Lahan tetap, itu ga kita rubah. Dari 75 persen itu hanya yg 5-10 persen untuk hijau, sisanya yg 65 persen itu jadi hutan. Namanya juga kota hutan ya, kota rimba raya, dan itu tetap kita pertahankan,” tutur Bambang.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menuturkan progres secara keseluruhan IKN Nusantara dapat terlihat pada bulan Januari mendatang. Menurutnya, progres pusat perekonomian baru juga akan terlihat, sehingga diharapkan pembangunan wilayah IKN dapat terus berjalan dengan baik.
“Nanti bisa kita lihat di bulan Januari Insyaallah kalau bukan hanya gedung-gedungnya pemerintah, tetapi private sector, sektor swasta, investor, PPP (public private partnership) sudah pada masuk dan mulai,” kata Jokowi.
Baca artikel selanjutnya: