Resmikan Bendungan Kuningan, Jokowi Ingin Produksi Tani Meningkat
Konstruksi Media – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, frekuensi tanam pertanian akan meningkat jika suplai air terjaga. Hal itu diucapkan Jokowi saat meresmikan Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Jokowi meyakini setelah kehadiran Bendungan tersebut, kegiatan tanam pertanian tidak hanya satu kali setahun, namun menjadi dua atau tiga kali dalam setahun.
“Dapat meningkatkan produksi dan juga berdampak pada kesejahteraan petani kita,” ujar Jokowi melalui akun YouTube ‘Sekretariat Presiden’, Selasa (31/8/2021).
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
Dia pun menuturkan, Bendungan yang menelan biaya Rp513 miliar itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani.
“Saya berharap bentukan ini juga bisa memberikan nilai tambah bagi daerah, bukan saja meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.
Presiden menyampaikan, Bendungan Kuningan akan menyuplai air untuk 3.000 hektare sawah masyarakat di Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Brebes. Bendungan yang dibangun selama tujuh tahun itu memiliki daya tampung air hingga 25,9 juta kubik.
“Bendungan ini juga sangat bermanfaat untuk ketahanan air, mengendalikan banjir menyediakan air baku 0,30 meter kubik per detik, dapat menghasilkan listrik 0,5 megawatt,” terangnya.
Jokowi menginstruksikan bendungan disambungkan dengan penataan jaringan irigasi. Mulai saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier, sampai ke kuarter.
“Hal ini penting ditekankan agar kehadiran bendungan ini betul-betul bermanfaat menyediakan air irigasi bagi para petani,” pungkasnya.***