
Majalah Konstruksi Media Edisi XIV 2025: Lika-Liku Program 3 Juta Rumah
Sinergi antara BUMN dan swasta sangat penting dalam merealisasikan program perumahan ini.
Konstruksi Media – Pemerintah gencar merealisasikan program 3 juta rumah. Bahkan Pemerintah mendorong keterlibatan sektor swasta. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor swasta memiliki efisiensi, inovasi, dan pengalaman yang dapat mempercepat pembangunan.
“Saya ingin memberikan peran yang lebih besar kepada swasta pada proyek infrastruktur, karena swasta lebih efisien, inovatif, dan berpengalaman,” ujar Presiden Prabowo, beberapa waktu lalu.
Prabowo juga menginstruksikan agar birokrasi dipangkas tanpa mengorbankan kepatuhan terhadap aturan hukum. “Jangan terlalu banyak birokrasi, tapi aturan tetap harus ditegakkan,” kata Presiden Prabowo.

Senada dengan itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (PKP), Maruarar Sirait, menambahkan bahwa sinergi antara BUMN dan swasta sangat penting dalam merealisasikan program perumahan ini. Ia juga menyoroti tantangan utama dalam pembangunan rumah rakyat, yakni ketersediaan lahan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengupayakan pemanfaatan tanah hasil sitaan dari kasus korupsi.
“Saya telah bertemu Jaksa Agung dan Kejaksaan Agung telah menyediakan 200 hektar lahan sitaan di Banten untuk pembangunan rumah rakyat. Tanah koruptor yang disita negara akan digunakan untuk perumahan rakyat, tentu dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku,” jelasnya.
Selain penyediaan lahan, Kementerian PKP menerapkan berbagai strategi efisiensi dan insentif guna mempercepat realisasi program. Salah satu langkahnya adalah central purchasing atau pembelian bahan bangunan secara terpusat guna menekan harga material.