FINANCEInvestasi

Laba Bersih Semen Indonesia Tembus Rp498,56 Miliar

Peningkatan biaya yang dapat dikelola ini adalah terbantu oleh kemampuan perusahaan mengamankan pasokan batu bara melalui harga DMO sebesar 78,1%.

Konstruksi Media – PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR berhasil mencatatkan pendapatan Rp8,14 triliun pada kuartal pertama 2022, naik 0,7% bila dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp8,08 triliun. Selain itu, SMGR berhasil membukukan laba bersih Rp498,56 miliar, naik 10,7% secara tahunan.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Michael Filbery dalam risetnya mengatakan, kenaikan laba SMGR sejalan dengan ekspektasi memenuhi 20,6% dari target laba tahun 2022. “Pertumbuhan laba dibantu oleh beban bunga yang lebih rendah 26,2% secara tahunan dan pajak beban 8,4% secara tahunan di tengah angka operasional yang lebih lemah,” ujar Michael, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, Cost Of Goods Sold (COGS) naik 1,9% secara tahunan, melebihi pertumbuhan pendapatan tetap sebesar 0,7% secara tahunan. Hal ini menyebabkan laba kotor Semen Indonesia turun 3,2% secara tahunan.

“Volume penjualan SMGR turun 6% akibat penurunan pertumbuhan volume ekspor sebesar 29% secara tahunan. Penurunan pasar ekspor ini terjadi karena SMGR lebih fokus ke domestik pasar,” ucap dia.

Ia mengatakan, volume penjualan domestik naik 1,6% secara tahunan menjadi 7,5 juta ton. Angka ini masih di bawah pertumbuhan pasar sebesar 4,7% secara tahunan.

Menurut Michael, pertumbuhan volume domestik yang lebih lambat disebabkan oleh peningkatan harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) selama kuartal pertama 2021 sebesar 2,1% secara kuartal, melanjutkan peningkatan ASP di kuartal keempat 2021 sebesar 3,8%.

Baca juga: Krakatau Steel Bakal Terbitkan Obligasi Wajib Konversi Seri B

“Perusahaan telah mempertimbangkan untuk menyesuaikan ASP untuk mempertahankan margin di tengah kenaikan harga batu bara,” ujar Michael.

Ia mengatakan, kenaikan ASP mengakibatkan pangsa pasar SMGR turun sebesar 85 bps secara kuartal menjadi 48%. Pasalnya, banyak produsen semen yang tidak mengerek harga.

Di sisi biaya, kata Michael, SMGR mampu mengendalikan beban pokok pendapatan per ton yang hanya meningkat sebesar 9,6% secara tahunan. Padahal, kenaikan bahan bakar dan biaya energi mencapai 35,9% secara tahunan menjadi Rp261.700 per ton.

“Peningkatan biaya yang dapat dikelola ini adalah terbantu oleh kemampuan perusahaan mengamankan pasokan batu bara melalui harga DMO sebesar 78,1%,” ujar Michael.

Menurut Michael, pasar semen domestik turun 9,5% secara tahunan di 22 April dibandingkan tahun lalu yang mempengaruhi penjualan semen di sebagian besar Pulau Jawa.

Michael mengatakan, volume penjualan domestik akan normal dan memangkas target volume penjualan sepanjang tahun 2022 sebesar 2,9% menjadi 33,6 juta ton dengan mempertimbangkan pangsa pasar SMGR tahun 2022 menjadi 49,5% karena penyesuaian ASP.

“Oleh karena itu, kami memperkirakan volume penjualan domestik SMGR kuartal kedua 2022 akan tumbuh sebesar 2,9% secara tahunan menjadi 7,2 juta ton,” ujar Michael.

Baca artikel selanjutnya:

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp