Konstruksi Media – Melihatnya adanya keterbatasan yang dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Departemen Teknik Informatika berhasil menciptakan aplikasi untuk Kumpulan Informasi Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas (KIAD).
Para mahasiswa tersebut berharap inovasi ini mampu menjadi solusi mutakhir untuk memudahkan aktivitas keseharian para penyandang disabilitas.
Tiga mahasiwa tersebut yakni Deka Julian Arrizki, Muhammad Nur Abdurrauf, dan Daanii Nabil Ghinannafsi Kusnanta yang tergabung ke dalam tim NTS.
Ketua Tim NTS Deka Julian Arrizki mengatakan aplikasi KIAD bekerja pada mobile Android dengan fungsi utama untuk memberikan informasi aksesibilitas fasilitas di suatu tempat dengan lebih mudah.

“Target besarnya agar para penyandang disabilitas lebih siap sebelum bepergian,” jelas Deka dalam keterangannya, Selasa, (13/12/2022).
Dia menambahkan, Aplikasi KIAD menyediakan 24 jenis fasilitas yang dipetakan ke dalam sembilan kebutuhan pengguna. Kebutuhan tersebut menyasar pengguna kursi roda, penyandang kemampuan jalan terbatas, kemampuan tangan terbatas, kemampuan gerak terbatas, buta, penglihatan terbatas, tuli, kesulitan mendengar, dan gangguan bicara.
Baca Juga : Tiga Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi FORE, Solusi Permasalahan Sampah Rumah Tangga
Menurutnya, penentuan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2017 dan penggalian langsung kepada pengguna. Lebih lanjut, mahasiswa asal Madiun ini menyampaikan, aplikasi KIAD terbagi ke dalam beberapa fitur pembantu.
Fitur tersebut yakni terdiri dari pencarian tempat, pencarian tempat berdasarkan fasilitas, laporan, pesan, pencarian pengguna, kontribusi, berita dan petunjuk, laporan ulasan, menghapus data, serta memblokir pengguna. Kesepuluh fitur ini memiliki fungsi sesuai dengan namanya masing-masing.
Deka menjelaskan para pengguna dapat berkontribusi untuk memasukkan informasi terkait fasilitas yang tersedia di suatu tempat melalui fitur kontribusi, kemudian pengguna lain dapat mengakses informasi tersebut dengan fitur pencarian atau pencarian berdasarkan fasilitas.
Selain itu, pengguna lainnya juga dapat memberikan ulasan serta melaporkan apabila informasi yang diberikan keliru.

“Prinsipnya dari pengguna untuk pengguna. Aplikasi ini dapat diakses oleh umum baik penyandang disabilitas maupun nondisabilitas melalui layanan unduhan Playstore di gawai pengguna,” ungkapnya.
Melalui inovasi ini, tim asuhan Siska Arifiani SKom MKom ini telah berhasil menyabet medali emas dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) XV tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada bidang Pengembangan Perangkat Lunak (PPL), November lalu.
Deka dan timnya akan terus mengupayakan pengembangan lebih lanjut dari aplikasi ini baik segi fitur maupun aksesibilitas kepada pengguna. Mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini berharap akan terjalin relasi dengan lebih banyak komunitas untuk memperluas cakupan aplikasi tersebut.
“Semakin masif penyebarannya, pastinya akan semakin banyak saudara penyandang disabilitas yang terbantu,” tutur alumnus SMA Negeri 2 Madiun itu.
Baca Artikel Selanjutnya :