
Kerja Sama dengan Jepang, Kementerian PKP Gelar Seminar Internasional Sektor Perumahan
Seminar ini melibatkan kerja sama dengan The Building Center of Japan (TBCJ), Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), serta Organisation of Economic Co-Operation and Development (OECD).
Konstruksi Media – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar seminar internasional bertema Sustainable Housing, Building and Cities di Jakarta. Seminar ini melibatkan kerja sama dengan The Building Center of Japan (TBCJ), Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), serta Organisation of Economic Co-Operation and Development (OECD).
Kolaborasi Internasional untuk Perumahan Berkelanjutan
Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, praktisi, dan akademisi dalam mengatasi berbagai tantangan sektor perumahan. “Ini adalah momentum penting bagi Indonesia dan Jepang untuk membangun platform kerja sama konkret di bidang perumahan, permukiman, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Fahri.

Melalui seminar ini, diharapkan Jepang dapat berkontribusi dalam penyediaan teknologi dan data untuk mendukung pembangunan perumahan ramah lingkungan. “Kami berharap Jepang fokus pada teknologi. Pola investasi ini sangat cocok untuk perkotaan yang memiliki lahan terbatas namun kebutuhan hunian tinggi,” tambahnya.
Target 3 Juta Rumah dan Dukungan Investor
Fahri Hamzah juga menyoroti program pembangunan 3 juta rumah yang memerlukan dukungan dari investor lokal maupun internasional. Ia menyebutkan bahwa Qatar telah menandatangani komitmen untuk pembangunan 1 juta rumah dengan tambahan 5 juta unit.

Untuk kawasan perdesaan, pembangunan rumah akan lebih difokuskan melalui pendanaan APBN, mengingat mayoritas masyarakat desa telah memiliki rumah meskipun kondisinya belum layak.
Dukungan DPR dan Teknologi Jepang
Anggota DPR RI Rachmat Gobel menyatakan kesiapan DPR mendukung penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Kami membutuhkan regulasi yang sportif, stabilitas politik, dan iklim investasi yang kondusif untuk menjamin ketenangan investor maupun konsumen,” katanya.
Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, mengungkapkan komitmennya untuk menyediakan teknologi dan data dalam mendukung Indonesia menuju smart city. “Kami memperkenalkan data untuk mendukung transformasi energi dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Tetsuya.
Seminar internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor perumahan. Melalui integrasi teknologi, investasi, dan kolaborasi, Indonesia berharap mampu memenuhi kebutuhan hunian yang layak dan ramah lingkungan, sekaligus mempercepat realisasi program 3 juta rumah. (***)