Resmikan Smelter GNI di Sulteng, Jokowi Singgung Namanya Dicatut Menteri Bahlil
Konstruksi Media – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan smelter nikel milik PT Gunbuster Nikel Industri (GNI) yang terletak di Morawali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (27/12/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, smelter nikel PT Gunbuster Nikel Industri (GNI) yang terletak di Morawali Utara, Sulawesi Tengah memiliki kapasitas produksi mencapai 1.800.000 ton per tahun.
Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan smelter nikel tersebut pada Senin (27/12) kemarin. “Hari ini kita melihat segera akan kita resmikan smelter yang menghasilkan feronikel dengan kapasitas produksi 1.800.000 ton per tahun,” ujar Jokowi dikutip pada Selasa (28/12/2021).
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
“Bayangkan kalau kita hanya mengekspornya dalam bentuk bahan mentah,” lanjutnya.
Untuk itu, kata Jokowi, pemerintah mengapresiasi pembangunan smelter nikel oleh PT Gunbuster Nickel Industry. Pasalnya, smelter tersebut akan meningkatkan nilai tambah hingga 14 kali.
“Ini akan memberikan nilai tambah yang tidak sedikit. Dari biji nikel yang diolah menjadi feronikel, nilai tambahnya meningkat 14 kali,” katanya.
“Dan jika dari biji nikel diolah menjadi billet stainless steel, akan meningkat nilainya 19 kali lipat. Sebuah nilai yang tidak sedikit,” sambungnya.
Jokowi mendapat laporan bahwa eskpor stainless Indonesia tahun ini diprediksi akan melompat menjadi sekitar USD 20,8 miliar. Menurut dia, jumlah ini merupakan lonjakan yang sangat besar.
“Yang biasanya kalau kita ekspor bahan mentah hanya 1 atau sampai 2 miliar. Ini sebuah lompatan yg sangat besar sekali,” ungkapnya.
Dia pun mengingatkan pemerintah daerah, untuk menjaga iklim investasi agar kondusif agar mendapat nilai tambah sesuai harapan. Disisi lain, Jokowi menuturkan keberadaan smelter nikel akan menghasilkan pajak hingga mendapatkan mapangan pekerjaan.
“Kita akan mendapatkan devisa yang tidak sedikit. Yang biasanya tenaga kerja yang dapat adalah yang negara yang kita kirim bahan mentah. Sekarang tenaga kerja muncul di sini,” tegasnya.
Jokowi mengaku tak masalah namanya dicatut oleh Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk urusan investasi. Bahkan, Jokowi justru meminta agar Bahlil melayani para investor.
Menurutnya, smelter nikel tersebut membutuhkan 27.000 tenaga kerja. Dengan begitu, kata Jokowi, masyarakat tak hanya melihat bahan mentah yang diekspor namun juga dapat ikut memberikan nilai tambah.
“Sebuah jumlah yang tidak yang sedikit 27.000 itu. Sehingga ini akan muncul industri, industri, industri, industri, industri. 27.000, 30.000. 40.000. Rekrutmen seperti ini yang kita inginkan. Sehingga semua rakyat kita, kita ingin semuanya bekerja,” Imbuhnya.
“Tidak hanya melihat bahan mentah yang diekspor ke negara lain. Tetapi memberikan nilai tambah, lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya pada negara kita,” tandasnya.***