Infrastruktur

Pembangunan Seksi III Tol Serang-Panimbang Terkendala Pendanaan

Keterlambatan pendanaan ini karena proses administrasi di Pemerintah Tiongkok

Konstruksi Media – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Badan Usaha Jalan Tol PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) terus mengupayakan Pembangunan Tol Serang-Panimbang (Serpan) Seksi II dan Seksi III.

Pasalnya, kedua Seksi tersebut merupakan lanjutan dari Seksi I sepanjang 26,5 Km yang telah beroperasi sejak November tahun lalu yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Pemerintah menargetkan kedua Seksi tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2023.

Akan tetapi, Kepala Satuan Kerja Pembangunan Tol Serpan Seksi III, Giri Yudhono mengungkapkan hingga saat ini belum memulai pekerjaan karena terhambat pendanaan.

Dia menuturkan Seksi III Tol Serpan sepanjang 33 Km memang porsi pemerintah dan akan dibiayai dari pinjaman Tiongkok. Meski begitu, pemerintah Tiongkok sebagai lender belum menyetujui loan.

“Keterlambatan loan ini terkait proses administrasi di Pemerintah Tiongkok. Sementara itu Pemerintah Indonesia sudah meneken kontrak pekerjaan Seksi Ill sejak 24 November 2020,” terangnya dikutip laman Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR, (23/3/2022).

Baca Juga : Sambut Lebaran 2022, Pemerintah: Tol Siap Layani Pemudik

“Hal ini sesuai dengan prosedur loan yang diberikan oleh Pemerintah China sendiri. Jadi kalau loan China, kita kontrak pekerjaan dulu baru mengurus loan untuk pendanaannya,” sambungnya.

Dari beberapa pertemuan yang diikutinya, kata Giri, Pemerintah Indonesia sudah dijanjikan mendapatkan pendanaan sejak bulan november 2022 namun hal itu mundur. Bahkan awal Maret 2022, Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Keuangan dan Bapenas melakukan pertemuan dengan pihak lender Pemerintah China.

“Jika persetujuan loan sudah ditandatangani oleh Pemerintah china langkah berikutnya adalah membuat perjanjian terkait Joan. Tol Serpan Seksi III bisa kita mulai paling cepat pada bulan Mei atau paling lambat bulan Juni 2022,” paparnya.

Untuk kesediaan lahan, ujar Giri, WSP telah membebaskan 85% lahan. Dia mengakui bahwa dari segi peta lahan yang sudah dibebaskan, pihaknya sudah bisa memulai pekerjaan.

Optmisme yang sama pun tampak dari kesiapan penyedia jasa,kontraktor, dan konsultan.

“Mereka sudah ready dan mau kerja. Namun belum saya izinkan bekerja agar tidak melanggar aturan,” imbuh Giri.

Adapun nilai investasi pembangunan Tol Serpan ini mencapai Rp 4,5 Triliun. Ia berharap kepastian pendanaan dari loan China ini segera terealisasi dan bisa segera melakukan pekerjaan sesuai jadwal dan pihaknya akan melakukan strategi percepatan berdasarkan kondisi yang berjalan saat pekerjaan.

Lebih jauh Giri mengatakan kontraktor yang akan mengerjakan seksi III ini berasal dari dalam negeri dan dari China serta telah memiliki area kerja masing-masing.

“Boleh dibilang nanti kita kroyok lah pekerjaannya,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, PT. WSP telah melaksanakan pembangun Tol Serpan Seksi Il Rangkas Bitung — Cileles sepanjang 24,17 Km sejak bulan April tahun 2021 lalu.

Pimpinan Proyek PT. WSP, Endang Hidayat menjelaskan hingga akhir febuari 2022, progress pembangungan Tol Serpan Seksi II ini telah mencapai 21,73%.

Endang mengatakan bahwa secara keseluruhan proyek sudah berjalan sesuai dengan tanah yang sudah dibebaskan, baik dari swasta, BUMN, masyarakat, hingga tanah wakaf.

Tanah yang sudah dibebaskan untuk pembangunan Tol Serpan Seksi I dan Il secara total yakni 82,31%. Ia menuturkan bahwa pihaknya belum bisa mengerjakan di lahan yang dimiliki oleh PT. Cibiuk di STA 39. Dengan luasan 20,23 hektar, PT. WSP tengah mengurus proses pembebasan lahan dengan skema konsinyasi.

“Kami sedang menyiapkan datanya. Mudahmudahan minggu depan sudah bisa proses konsinyasi lalu terbit PHHnya dalam 3 bulan. kemudian baru bisa dikerjakan,” papar Endang.

Baca artikel selanjutnya: 

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp