PTPP Kerjakan Proyek IKN, Andi Gani: Mutu dan Kualitas Jadi Perhatian Khusus
PTPP dalam mengerjakan proyek besar lainnya bisa menyelesaikan lebih cepat dari target waktu yang biasanya ditentukan
Konstruksi Media – Presiden Komisaris PTPP (Persero) Tbk Andi Gani Nena Wea mengatakan, seluruh insan PTPP bangga atas kepercayaan negara untuk membangun Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurut dia, pengawasan terhadap mutu dan kualitas bangunan akan menjadi perhatian khusus dalam pembangunan proyek di IKN.
“Masalah keselamatan kerja juga menjadi kewajiban yang harus dijalankan saat proyek pembangunan mulai dilaksanakan. PTPP akan berupaya menyelesaikan target pembangunan tepat waktu,” kata Andi Gani melalui keterangan tertulis, Rabu (2/11/2022).
Ia mengatakan, PTPP dalam mengerjakan proyek besar lainnya bisa menyelesaikan lebih cepat dari target waktu yang biasanya ditentukan. Saat ini, kata dia PTPP masih berpartisipasi dalam beberapa lelang proyek di IKN.
Baca juga: Bambang Susantono Tawarkan Skema KPBU untuk Investasi di IKN Nusantara
“Kami optimis dapat meraih proyek lainnya sesuai dengan target perseroan,” jelasnya.
PTPP menjadi kontraktor yang memperoleh nilai kontrak terbanyak pembangunan IKN Nusantara, Kalimantan Timur, setelah kembali mengantongi tambahan dua proyek baru, yakni Pembangunan Bangunan Gedung Kantor Presiden Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp1,56 triliun dan Pembangunan Bangunan Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan senilai Rp1,34 triliun.
PTPP menjadi leader konsorsium dalam pekerjaan dua proyek IKN dengan masing-masing porsi sebesar 55 persen. Perolehan ini membuat PTPP menjadi kontraktor dengan perolehan nilai kontrak terbanyak.
Sebelumnya, PP telah mendapatkan empat proyek IKN dengan total nilai Rp1,47 triliun. Keempat proyek tersebut adalah Jalan Tol IKN Segmen KKT Kariangau-SP Tempadung senilai Rp687,7 miliar, Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat senilai Rp423,8 miliar, Penyiapan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (IKN) Tahap 1 senilai Rp83,2 miliar, dan Penyiapan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (IKN) Tahap 2 senilai Rp280,2 miliar.
Baca artikel selanjutnya:
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
- Menteri Dody Tinjau Lokasi Usulan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim