MiningNews

Menteri BUMN Instruksikan Lahan Bekas Tambang di Babel Digunakan Untuk Pertanian

Konstruksi Media – Lahan bekas tambang yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus dimanfaatkan sebagai lahan pertanian rakyat melalui program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero). Hal ini disampaikan Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengikuti arahan Menteri BUMN, Erick Thohir.

“Bapak Erick Thohir meminta bagaimana lahan-lahan di Belitung itu bisa dimanfaatkan pertanian,” ujar Arya dikutip di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Saat ini, Arya tengah menyaksikan pelaksanaan program Makmur di lahan bekas tambang di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Komoditas yang akan di tanam adalah singkong.

Pemanfaatan lahan bekas tambang ini, kata Arya, juga mampu mengalihkan para penambang ilegal menjadi petani. Apalagi melalui program Makmur Pupuk Indonesia, pemerintah memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani.

Dengan begitu, para petani yang mengikuti program Makmur ini mendapat banyak manfaat mulai dari pendanaan hingga kepastian penyerapan hasil panen ke depannya.

“Jadi ini satu sistem, program Makmur yang bikin ekosistem terjamin bagi para petani. Jadi mereka tanam tahu ada offtakernya, itu sangat bagus dan pendanaannya dari pemerintah,” ungkapnya.

Program Makmur Pupuk Indonesia akan dilaksanakan di atas lahan seluas 89 hektare di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program ini tersebar di 4 desa, yaitu Burong Mandi, Kecamatan Damar, Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Desa Bentaian Jaya, Kecamatan Manggar, dan Desa Kelubi, Kecamatan Manggar.

Menurut Arya, sebanyak 4 desa ini berada di satu kabupaten, yaitu Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Adapun rincian luas tanam program Makmur di masing-masing desa yaitu Burong Mandi seluas 13 hektare, Buding 26 hektare, Bentaian Jaya 10 hektare, dan Kelubi seluas 40 hektar.

“Program Makmur di sini melibatkan 45 petani yang tergabung dalam kelompok tani Astrada, Aik Tukal, Bunud Jaya, dan Jaya Bambu,” pungkasnya.

Adapun di atas lahan seluas 89 hektare ini akan ditanami sebanyak 890.000 batang singkong, dengan jarak tanam 1×1 meter. Panen perdana program Makmur di Kabupaten Belitung Timur ini ditargetkan pada Juni, Juli, dan Agustus 2022.***

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp