PII Berdayakan Ekonomi Warga Sekitar SPAM Semarang Barat dengan Urban Farming
Konstruksi Media – Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), M Wahid Sutopo mengaku akan memberdayakan masyarakat sekitar proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Semarang Barat.
Pemberdayaan masyarakat itu berupa pelatihan urban farming, salah satunya di RW 04 Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun dan menumbuhkan jiwa kemandirian finansial dan nilai tambah ekonomi warga melalui kewirausahaan,” ujar Sutopo dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (15/9/2021).
- LRT Jabodebek Jadi Moda Pilihan Masyarakat di Momen Liburan
- IKN Jadi Daya Tarik Wisatawan, OIKN: Banyak Masyarakat Ingin Berkunjung
- WSBP Perkuat Keberlanjutan: Tanam 348 Pohon Trembesi untuk Lingkungan
Selain itu, ungkapnya, urban farming ini juga dapat bermanfaat bagi lingkungan yang lebih sehat dengan tersedianya green house di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen.
Saat ini, pemerintah sedang menggarap konstruksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) atau SPAM Semarang Barat.
Urban farming merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi kreatif yang dilakukan PII. Warga sekitar SPAM Semarang Barat mendapat pelatihan mulai dari pembibitan, pindah tanam, pemupukan, perawatan tanaman.
Kemudian, pembuatan rumah kaca, demplot, dan juga pengenalan tanaman estetik. Adapun, program itu sudah berjalan sejak Juni 2021 oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) melalui mitra Tiga Langkah sebagai pelaksana.
Sebelumnya program serupa juga dilakukan untuk warga RW 02 Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan pada Oktober–Desember 2020.
“Kami berharap keberadaan infrastruktur SPAM Semarang Barat dapat memberikan manfaat tidak hanya layanan air minum berkualitas, namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Sutopo.
Direktur Tiga Langkah, Suharti Sadja selaku mitra yang ditunjuk PT PII sebagai pelaksana program pertanian perkotaan menyampaikan, warga sangat antusias mengikuti pelatihan urban farming. Jika dapat berjalan dan berkelanjutan, maka tidak menutup kemungkinan hasil panen akan melimpah dan dijual ibu-ibu.
“Urban farming ini banyak manfaatnya, selain dapat menikmati hasil panen warga pun bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sehingga, mereka memperoleh kepuasan dan rasa senang saat menjalani proses farming-nya karena tanaman-tanaman tersebut dapat mempercantik halaman rumah dan jalan di sekitar rumah,” jelasnya. ***