EQUIPMENTTeknologi

Percepat Konstruksi, Tol Kuala Tanjung Gunakan Teknologi BIM

Progres pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM).

Konstruksi Media – Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) Dindin Solakhuddin mengatakan, proses konstruksi Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM) untuk mempercepat proses pelaksanaan.

“Teknologi baru yang diterapkan dalam pembangunan tol ini adalah aplikasi monitoring berbasis cloud sharing pada Building Information Modelling (BIM). Artinya, aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat digital lintas platform (Android, Windows, iOS),” kata Dindin melalui keterang pers, Senin (21/3/2022).

Ia mengatakan, aplikasi BIM pada pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat bermanfaat sebagai alat monitoring dan controlling pekerjaan pembangunan jalan tol. Menurut Dindin, perangkat yang terhubung dengan Cloud BIM dapat melihat progres pembangunan baik secara makro maupun mikro.

“Selain penggunaan teknologi terbaru, untuk mempercepat proses konstruksi di lapangan kami terus melakukan koordinasi dan asistensi dengan berbagai pihak sehingga pekerjaan di lapangan dapat selesai sesuai dengan target yang ditentukan, dan memiliki kualitas yang optimal dari segi pelayanan dan keamanan untuk nantinya digunakan oleh pengguna jalan saat telah dioperasikan,” ucap dia.

Baca juga: Cek, Dua Jembatan Gantung di Jawa Tengah Senilai Rp7,3 Miliar

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan, pelaksanaan proyek Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Perseroan mengerjakan konstruksi pada seksi 1 sampai dengan seksi 4 termasuk junction Tebing Tinggi sepanjang 96,5 km, sedangkan seksi 5 sampai dengan seksi 6 merupakan dukungan konstruksi pemerintah atau Viability Gap Fund (VGF).

“Progres Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat yang kami kerjakan tanpa VGF memiliki persentase progres lahan sebesar 87,7 persen dan progres konstruksi sebesar 63,08 persen,” kata Koentjoro.

Untuk informasi, pembangunan jalan tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat ditugaskan kepada Hutama Karya selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dua BUMN lainnya yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yaitu PT Waskita Toll Road (WTR). Ketiganya membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) khusus untuk pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat.

Nilai investasi pada proyek ini mencapai Rp13,45 triliun. Untuk skema pendanaan dilakukan sharing modal antara Hutama Karya, Jasa Marga, dan Waskita Toll Road dengan persentase pendanaan masing-masing yaitu 94,08 persen, 2,96 persen, dan 2,96 persen.

Baca artikel selanjutnya: 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp