News

Erick Thohir: BUMN Perlu Ekspansi ke Sektor Strategis Global

Peran aktif BUMN dalam tingkat ASEAN-Indo Pacific diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ekonomi nasional.

Konstruksi Media – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan perusahaan-perusahaan pelat merah perlu melakukan ekspansi dengan fokus pada beberapa sektor strategis mulai dari energi dan pertambangan, perkebunan, telekomunikasi hingga transportasi.

Erick menyampaikan, BUMN sebagai penggerak roda perekonomian Indonesia turut berperan aktif di kancah regional maupun global. Melalui kerja sama dan ekspansi bisnis BUMN ke level global, BUMN bergerak aktif dalam mencari dan memanfaatkan peluang, khususnya di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

“BUMN merupakan poros, baik dalam ekonomi maupun pembangunan di Indonesia. Adanya peran aktif BUMN dalam tingkat ASEAN-Indo Pacific diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ekonomi nasional serta menjadi wujud konkret kerja sama bisnis antar negara anggota,” ujar Erick melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Jumat (31/8/2023).

Baca juga: LRT Jabodebek Beroperasi, Erick Thohir: Buah Manis Sinergi BUMN

Di wilayah ASEAN, BUMN memiliki beberapa proyek kerja sama yang tengah berjalan dengan negara-negara tetangga. Singapura tercatat sebagai negara ASEAN yang memiliki banyak kerja sama dengan Indonesia.

Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi di Singapura telah berkontribusi dalam pengintegrasian IndiHome ke Telkomsel yang memiliki dampak positif peningkatan inklusi digital melalui penyediaan konektivitas yang lebih luas dan merata di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan peta jalan Telkom untuk menjadi yang terdepan di pasar B2B (business-to-business) dengan fokus pada penyediaan layanan digitalisasi pada ceruk pasar perusahaan dan lembaga, sementara Telkomsel akan fokus pada bisnis B2C (business-to-customer).

Dengan integrasi ini, kepemilikan efektif Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9 persen, sementara Singtel menjadi 30,1 persen.

Kemitraan Indonesia dengan Singapura melalui Singtel juga tercatat pada pembangunan Data Center di Batam. Ini sejalan dengan proyeksi kebutuhan data center di Batam yang meningkat tajam dalam 10 tahun ke depan (2022-2031).

Baca juga: Erick Thohir Klaim Kondisi BUMN Sehat, Laba Bersihnya Rp 124 Triliun

Erick mengatakan, kerja sama yang telah dilakukan ini merupakan bukti kepercayaan dari mitra baik lokal maupun global. Hal ini tidak lepas dari perbaikan-perbaikan tata kelola perusahaan, mendorong inovasi dan memperkuat manajemen keuangan.

“Transformasi membuat perusahaan-perusahaan BUMN lebih siap untuk berkompetisi di level internasional. Hasilnya, kita sudah melihat perkembangan konkret pada BUMN-BUMN. Mereka jadi lebih tangguh, lebih produktif dan lebih siap untuk berkompetisi di panggung global,” kata Erick Thohir.

Baca artikel lainnya:

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp